Mumbai Lumpuh Total Diterjang Banjir Tewaskan 6 Orang

Mumbai Lumpuh Total Diterjang Banjir Tewaskan 6 Orang

Banjir di Mumbai lumpuhkan aktivitas kota dan fasilitas umum. (foto - Reuters)

Mumbai - Hujan deras yang mengguyur India, Bangladesh dan Nepal mengakibatkan tiga negara diterjang banjir bandang. Akibat banjir tersebut, Mumbai salah satu kota di India yang berpenduduk sekitar 20 juta orang mengalami kelumpuhan total.
 
Sejumlah wilayah di Mumbai sejak Selasa 28 Agustus telah terendam banjir, yang melumpuhkan aktivitas fasilitas umum, antara lain layanan kereta api yang digunakan oleh jutaan warga setiap harinya. Banyak warga yang terdampar di stasiun, dan ratusan lainnya pulang dengan menerjang banjir di jalur kereta api.
 
Selain itu, beberapa mobil terendam air terpaksa ditinggalkan pemiliknya, setelah mereka memaksakan untuk menerjang genangan untuk menuju ke rumah. Anak-anak sekolah pun dipulangkan lebih awal. Jarak pandang yang buruk akibat banjir, memaksa otoritas bandara mengalihkan beberapa penerbangan.
 
Pengalihan membuat sejumlah penerbangan mengalami penundaan hingga beberapa jam. Pasukan Respons Bencana Nasional India meluncurkan misi penyelamatan bersama polisi, untuk mengevakuasi orang-orang dari daerah dataran rendah.
 
Namun, sayangnya operasi tersebut digagalkan akibat hujan yang terus-menerus. "Hujan deras dan banjir, kami memutuskan untuk menunda penyelamatan kita. Bahkan kita terdampar," kata Komisaris Polisi Amitesh Kumar.
 
Dilnsir The Guardian, Rabu (30/8/2017) air hujan juga membanjiri King Edward Memorial Hospital di Mumbai Tengah, sehingga dokter terpaksa mengosongkan bangsal anak-anak. "Kami khawatir timbul infeksi. Banjir yang bercampur sampah memasuki bagian bangsal anak-anak," kata dr. Ashutosh Desai.
 
Petugas cuaca meramalkan hujan deras terus berlanjut selama 24 jam ke depan, dan telah memaksa beberapa orang untuk tinggal di dalam rumah. Sejumlah kota di India pun direndam banjir setinggi 1,5 meter.
 
Diketahui, jumlah korban tewas akibat banjir yang melanda wilayah Asia Selatan khususnya India, Bangladesh dan Nepal terus meningkat. Korban meninggal dalam bencana banjir terburuk sepanjang tahun ini diperkirakan mencapai lebih dari 1.200 orang.
 
Ketiga negara bertetangga itu biasanya dilanda banjir dalam periode waktu Juni hingga September ketika musim hujan tiba. Badan Bantuan Internasional menyebutkan, meski banjir telah menjadi bencana langganan ketiga negara itu, musibah tahun ini merupakan yang terburuk.
 
Otoritas Nepal mengerahkan pasukan gajah untuk membantu proses evakuasi korban banjir. Puluhan gajah akan diterjunkan ke lokasi banjir di Chitwan, Nepal Selatan guna menyelamatkan sekitar 500 orang yang terjebak di sebuah resor. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,