Total Suap kepada Walikota Tegal Capai Senilai Rp 5,1 Miliar

Total Suap kepada Walikota Tegal Capai Senilai Rp 5,1 Miliar

Walikota Tegal Siti Masitha Soeparno resmi jadi tahanan KPK. (foro - ist)

Jakarta - Walikota Tegal Siti Masitha Soeparno dan politikus Partai Nasdem Amir Mirza Hutagalung, resmi ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka. Diduga, Masitha dan Amir Mirza menerima suap Rp 5,1 miliar, terkait pengelolaan dana jasa pelayanan kesehatan di RSUD Kardinah.
 
Selain itu, fee sejumlah proyek pengadaan barang jasa khususnya di lingkungan Pemkot Tegal pada tahun anggaran 2017. Dari jumlah Rp 5,1 miliar, sebesar Rp 1,6 miliar diterima Masitha dan Rp 300 juta diterima Amir Mirza untuk pengelolaan pelayanan dana kesehatan dalam rentang waktu Januari sampai Agustus 2017.
 
Sedangkan sisanya Rp 3,5 miliar diterima kedua tersangka, yang diduga berasal dari fee proyek di lingkungan Pemkot Tegal, dalam jangka waktu Januari hingga Agustus 2017. "Uang itu diduga akan digunakan untuk membiayai pemenangan keduanya (Siti Masitha dan Amir Mirwan‎) di Pilkada 2018 di Kota Tegal," kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, Rabu (30/8/2017) malam.
 
Dengan demikian, total keseluruhan uang suap yang ditimbun oleh kedua tersangka penerima suap, Siti Masitha dan Amir Mirza ‎dalam jangka waktu selama delapan bulan mencapai kisaran Rp 5,1 miliar. Dalam OTT, sebanyak 200 juta diamankan KPK, sedangkan Rp 100 juta lainnya dikirimkan ke rekening Amir.
 
Masing-masing Rp 50 juta ke rekening Bank BCA dan Rp 50 juta ke rekening di Bank Mandiri. "Lalu poin B dari fee-fee proyek di pemkot Tegal sekitar Rp 3,5 miliar dalam rentang waktu Januari-Agusutus 2017. Pemberian diduga dari rekanan proyek dan setoran dari kepala dinas," kata Basaria.
 
Masitha dan Amir diduga melakukan korupsi sebagai modal untuk maju di Pilkada 2018. Keduanya diketahui memang akan maju di Pilwalkot Tegal mendatang. "Sejumlah uang yang diduga digunakan untuk membiayai pemenangan keduanya di Pilkada 2018," katanya.
 
Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno alias Bunda Sitha dan Amir Mirza Hutagalung ditangkap KPK terkait kasus korupsi pengelolaan dana kesehatan di RSU Kardina,h dan pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kota Tegal tahun anggaran 2017.
 
Menurut Basaria, keduanya akan mencalonkan diri sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Tegal periode 2019 - 2024. Diketahui "Informasinya memang demikian, SMS akan berpasangan AMH, sebagai wali kota dan wakil wali kotanya," katanya.
 
Sementara itu, Masitha sebagai pihak diduga penerima SMS dan AMH disangkakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
 
Seperti diketahui, OTT KPK itu dilakukan pada Selasa 29 Agustus. OTT terkait kasus Masitha dilakukan di tiga kota, yaitu Jakarta, Tegal dan Balikpapan. OTT di tiga kota itu berkaitan karena merupakan rangkaian kegiatan penindakan.
 
Atas perbuatannya, Cahyo disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. KPK menetapkan 3 tersangka. Masitha dan Amir diduga sebagai pihak penerima disangkakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
 
Tersangka lainnya, CHY yang diduga sebagai pihak pemberi disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. CHY merupakan Wakil Direktur RSUD Kardinah Tegal. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,