Ditolak MK, Gloria Harus Bayar Rp 50 Juta untuk Jadi WNI

Ditolak MK, Gloria Harus Bayar Rp 50 Juta untuk Jadi WNI

Gloria Natapradja Hamel. (foto - Instagram)

Jakarta - Gloria Natapradja Hamel, salah seorang mantan anggota pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) merasa kecewa, atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK). MK menolak gugatan ibunda Gloria, Ira Hartini Natapradja Hamel, terkait ketentuan mendaftarkan diri sebagai WNI bagi anak hasil kawin campur sebelum usia 18 tahun itu.

Berdasarkan penilaian Gloria, penolakan putusan tersebut akan berdampak pada nasib anak-anak hasil kawin campur lainnya. "Pemerintah harusnya bisa memikirkan anak-anak lain, karena saya tahu bagaimana rasanya tidak dipikirkan oleh negara sendiri," sebut Gloria di Gedung MK Jakarta, Kamis (31/8/2017).

Dalam putusannya, MK menyatakan permohonan itu tidak beralasan menurut hukum. Alasan ketidaktahuan dari anak hasil kawin campur untuk mendaftarkan diri, dianggap tak bisa menjadi dasar penuntutan. Apalagi membuat seseorang bebas dari hukum atau peraturan perundang-undangan.

Sejauh ini, Gloria pun tetap menghormati apapun putusan MK. "Kami respek aja sama putusan MK," katanya. Saat ini, Gloria masih memiliki paspor Perancis, sesuai negara asal ayahnya. Ia berencana mengikuti proses naturalisasi sesuai syarat yang berlaku dalam UU Kewarganegaraan.

Hanya saja Duta Kemenpora itu menyayangkan biayanya mencapai Rp 50 juta  yang harus dibayarkan untuk mendaftarkan diri sebagai WNI ke pemerintah. "Ini harga yang cukup fantastis untuk memerah-putihkan surat (resmi sebagai WNI)," tegas Gloria.

Sementara itu, Ira Hartini Natapradja menilai, kewajiban untuk membayar Rp 50 juta sebagai biaya permohonan proses naturalisasi dinilai memberatkan. Apalagi permohonan itu belum tentu dikabulkan.

Berdasar Peraturan Pemerintah (PP) 45/2014 menyebutkan, biaya naturalisasi berdasarkan permohonan Warga Negara Asing (WNA) adalah Rp 50 juta. Sementara berdasarkan perkawinan Rp 2,5 juta. Dalam beberapa kasus, ada sejumlah warga hasil kawin campur yang harus menunggu hingga dua tahun untuk mendapatkan status WNI.

"Ini yang kami protes ke pemerintah. Tidak fair harus membayar Rp 50 juta satu anak. Daftar terus bayar saat itu juga. Sudah begitu belum tentu dikabulkan," katanya. Proses naturalisasi bagi anaknya akan lebih mudah karena mendapat rekomendasi dari pihak Kemenkumham.

Namun senada dengan Gloria, ia pun ragu dengan proses naturalisasi anak-anak hasil kawin campur lainnya. "Kalau Gloria mungkin bisa lewat jalur prestasi, tetapi tidak segampang itu bagi anak-anak lainnya. Apa yang akan mereka perbuat," aku Ira.

Apalagi proses naturalisasi itu hanya berlaku untuk pasangan asing dari orang Indonesia, bukan anak hasil kawin campur. Dengan demikian, anak hasil kawin campur mesti melalui jalur pewarganegaraan asing murni, yang dipandang tidak punya kaitan apa pun dengan Indonesia.

Seperti diketahui, Gloria sempat ramai dibahas jelang peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus 2016. Ia terancam batal menjadi anggota Paskibraka karena memiliki paspor Perancis sesuai negara asal ayahnya. Namun Presiden Jokowi saat itu akhirnya mengizinkan Gloria tetap bertugas di Istana Negara. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,