Demo di Depan BPN Kabupaten Tasikmalaya Berakhir Adu Jotos

Demo di Depan BPN Kabupaten Tasikmalaya Berakhir Adu Jotos

Demo ratusan warga terdampak proyek bendungan Leuwikeris di kantor BPN Kabupaten Tasikmalaya.(foto - Indo Fakta)

Tasikmalaya - Demo ratusan warga terdampak proyek bendungan Leuwikeris di kantor BPN Kabupaten Tasikmalaya, diwanai dengan adu jotos antara massa dengan patugas Dalmas. Menginap dua hari di bawah tenda depan kantor BPN, warga Kampung Ancol Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya itu kembali menuntut hak mereka, Kamis (31/8/2017).

Massa kesal dan geram atas ulah Kepala BPN Tasikmalaya Lilis Ismaya Tuty yang mengatakan dengan seenaknya, dokumen dari tim appraisal pembelian tanah mereka untuk mega proyek bendungan Leuwikeris bukan kewenangan BPN.

Lilis pun tidak bisa menjelaskan atau memberikan hasil dari berita acara appraisal pembelian tanah warga, karena menurutnya sudah bukan lagi kewenangannya untuk memberikan dokumen itu. Massa tidak bisa menerima pernyataan Kepala BPN itu, ngotot meminta bukti asli dari Tim appraisal atas pembelian tanah mereka.

Aksi pun memanas dan tiba-tiba saat saling dorong dengan petugas, massa melemparkan minuman dan telor busuk. Petugas yang berjaga terpancing dengan aksi itu, sehingga petugas pun mendorong massa. Sempat terjadi aksi pukul antara petugas dan sejumlah pendemo, meski tidak berlangsung lama. Baku hantam pun bisa diredam rekan massa aksi.

Massa menyesalkan tindakan represif dari aparat kepolisian, yang menyebabkan beberapa pendemo terluka akibat pukulan dan tendangan petugas. "Tindakan aparat represif dan kepala BPN arogan. Saya sangat menyayangkan tindakan petugas bukannya memediasi kami dengan kepala BPN, malah membuat kami menjadi bulan bulanan," kata korlap aksi, Epi Hilman.

Perwakilan massa pun akhirnya diterima oleh BPN dan Pemkab Tasikmalaya, namun sayang Kepala BPN enggan menemui mereka hingga tidak ditemukam solusi. "Selama pihak BPN enggan menemui kami dan tidak ada kemauan untuk memperlihatkan hasil kajian tim appraisal, sampai kapan pun tidak akan pernah ada solusi. Kita tetap akan menuntut hak kita," tegasnya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,