5 Orang Tewas, Kijang Grand Alami Pecah Ban di Tol Cipali

5 Orang Tewas, Kijang Grand Alami Pecah Ban di Tol Cipali

Toyota Kijang Grand mengalami pecah ban di ruas Tol Cipali Km 132.600 jalur B arah Cirebon mrnresdksn lima orang. (foto - ist)

Indramayu - Mobil Toyota Kijang Grand mengalami pecah ban di Tol Cipali Km 132.600 wilayah Desa Cikawung Kecamatan terisi Kabupaten Indramayu yang menghantam kendaraan lainnya, Jumat malam. Lima penumpang Kijang Grand tewas dalam kecelakaan itu.

Mobil Kijang Grand nopol B 1004 EMR yang dikemudikan Ahmad Nur Aman (40) melaju di jalur B arah Cirebon menuju Jakarta, Jumat 1 September sekitar pukul 22.30 WIB. Tiba-tiba ban mobil sebelah kanan pecah hingga oleng melewati median jalan, dan menyeberang ke jalur A yang merupakan arah Jakarta - Cirebon.

"Mobil Kijang terbalik dengan posisi miring menimpa Daihatsu Xenia dengan nomor polisi B 1711 UOZ, yang dikemudikan Imam Sugianto. Akibat kejadian itu lima penumpang mobil Kijang meninggal dunia, dua di TKP dan tiga orang lainnya di rumah sakit," kata Kasatlantas Polres Indramayu AKP Asep Nugraha, Sabtu (2/9/2017).

Menurutnya, lima penumpang lainnya termasuk pengemudi hanya mengalami luka-luka. Sedangkan pengemudi Xenia selamat dan hanya mengalami luka. "Pengemudi Kijang diduga tidak dapat mengendalikan kendaraannya ketika pecah ban, karena melaju dengan kecepatan tinggi. Seluruh korban dievakuasi ke RS Ciereng Subang dan RS Mutiara Hati Subang, sebut Kabid Humas Polda Jabar Yusri Yunus.

Dua korban Sabar (40) dan Fauza (3) meninggal di TKP, seangkan Siti Juhriah (43), Yasin (13) dan Sabrira (18) meninggal di rumah sakit. Empat penumpang Kijang lainnya, Saefudin (48), Siti Atisah (46), Qonitah (11) dan Sumayah (16) mengalami luka. Sementara seorang pengendara Daihatsu Xenia Imam Sugianto selamat. "Untuk sopir Kijang bernama Ahmad Nur Aman sudah diamankan untuk dimintai keterangannya. Pengemudi mobil Kijang itu ditetapkan sebagai tersangka.

"Pengemudi mobil Kijang kita sudah tetapkan sebagai tersangka. Ahmad dijerat Pasal 310 UU Lantas No. 22 tahun 2009, tentang kelalaian yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Ancaman hukumannya maksimal enam tahun penjara dan dendan Rp 12 juta," kata AKP Asep Nugraha.

Asep menambahkan, saat kejadian mobil Kijang yang dikemudikan Ahmad sebenarnya dalam kondisi laik jalan. Namun saat kejadian mobil melaju dengan kecepatan melebihi batas maksimal, dan mengalami pecah ban belakang sebelah kanan.

Diisebutkan, setelah mendapat perawatan dan kondisi Ahmad memungkinkan, maka akan dilakukan penahanan. Selanjutnya berkas akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu untuk dilakukan proses persidangan. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,