19 Terduga Teroris Termasuk 2 WNI Diciduk Polisi Malaysia

19 Terduga Teroris Termasuk 2 WNI Diciduk Polisi Malaysia

Polisi Malaysia tangkap 19 terduga teroris termasuk 2 WNI dalam penggerebekan di empat wilayah. (foto - AFP)

Kuala Lumpur - Sedikitnya 19 terduga teroris termasuk dua warga negara Indonesia (WNI) ditangkap kepolisian Malaysia, dalam penggerebekan di empat wilayah berbeda. Mereka yang ditangkap 11 di antaranya warga negara asing termasuk dua orang WNI dan delapan warga Malaysia.

Dilaporkan The Star, Selasa (5/9/2017) mereka yang ditangkap dicurigai terlibat kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan militan Abu Sayyaf. Namun demikian, mereka tidak saling terkait atau berasal dari beberapa sel teror berbeda.

Penangkapan dilakukan oleh Divisi Pemberantasan Terorisme Bukit Aman antara 4 Juli hingga 30 Agustus lalu. Disebutkan, penangkapan dilakukan dalam sejumlah penggerebekan di empat wilayah berbeda, yakni Kelantan, Kuala Lumpur, Selangor dan Johor.

Kesebelas warga negara asing yang ditangkap terdiri atas satu warga Bangladesh, dua warga Maladewa, tiga warga Irak, satu pria Palestina, dua WNI dan dua warga Filipina. Di antara mereka yang ditangkap, terdapat delapan anggota kelompok militan Abu Sayyaf yang berbasis di Mindanao Filipina.

Sedangkan sisanya diduga terlibat ISIS, termasuk dua WNI yang ditangkap di Petaling Jaya. Namun, tidak diketahui pasti identitas kedua WNI yang ditangkap otoritas Malaysia itu. "Kami menangkap dua pria Indonesia, yang berusia 29 tahun dan 47 tahun di Petaling Jaya pada 25 Agustus, karena secara aktif merekrut militan untuk ISIS dan berencana pergi ke Suriah," sebut Inspektur Jenderal Kepolisian Malaysia, Mohamad Fuzi Harun.

Mohamad Fuzi Harun baru saja ditunjuk menggantikan Khalid Abu Bakar, Inspektur Jenderal Kepolisian Malaysia sebelumnya. Mengenai delapan anggota kelompok Abu Sayyaf yang ditangkap dalam penggerebekan di Cheras pada 30 Agustus, ua menyatakan salah satunya berencana melakukan serangan teror saat upacara penutupan SEA Games dan peringatan Hari Kemerdekaan Malaysia.

"Otak utama dari kelompok itu adalah seorang pria berusia 25 tahun yang menyusup ke Sandakan, Sabah dan bergerak ke Kuala Lumpur pada Desember 2015. Ia terlibat dalam penculikan 6 warga Filipina juga pernah bentrok dengan militer Filipina," tegasnya.

"Kami menerima informasi intelijen, tersangka yang sama berencana melakukan serangan saat penutupan SEA Games di Bukit Jalil, dan saat perayaan Hari Kemerdekaan di Dataran Merdeka," kata Mohamad Fuzi.

Seluruh terduga teroris yang ditangkap akan dikenai pasal Undang-undang Keamanan 2012 (Sosma), yang mengatur langkah khusus, terkait berbagai pelanggaran keamanan demi menjaga ketertiban dan keamanan publik Malaysia. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,