Korban Tewas Akibat Badai Irma di Karibia Terus Meningkat

Korban Tewas Akibat Badai Irma di Karibia Terus Meningkat

Seluruh bangunan yanga da di Pulau Saint Martin Kepulauan Karibia nyaris hancur akibat terjangan Badai Irma, Kamis 7 September 2017. (foto - AFP/Getty Images)

Gustavia - Korban tewas akibat terjangan Badai Irma di Karibia terus bertambah. Berdasarkan laporan yang terbaru, badai tersebut telah menyebabkan sepuluh orang tewas di wilayah tersebut. Badai kategori 5 itu membawa angin berkecepatan 297 km per jam, yang memporak-porandakan bangunan danrumah di Kepulauan Karibia.

Dilansir UPI, Kamis (7/9/2017) para korban tewas tercatat ada delapan orang di Saint Martin dan Saint Bathelemi, satu di Anguilla dan satu lagi merupakan seorang anak di Barbuda. Perdana Menteri Antigua dan Barbuda, Gaston Browne menyatakan butuh 100 juta dolar AS untuk membangun kembali Barbuda.

Menurutnya, Pulau Antigua tidak mengalami kerusakan parah akibat badai itu tapi pesawat tidak bisa mendarat di sana. Salah satu  wilayahnya yang berpenduduk 1.600 jiwa itu berada dalam keadaan nyaris tidak bisa ditempati lagi. Hantaman Badai Irma telah menyebabkan kerusakan 95 persen struktur kota, dengan komunikasi yang terputus ke dunia luar.

Bandara Internasional Princess Juliana di Sint Maaten yang menjadi bagian Belanda dilaporkan hancur akibat Badai Irma. Wilayah Saint Marteen yang menjadi bagian wilayah Perancis pun mengalami kerusakan parah. "Ini adalah bencana besar. Sekitar 95 persen pulau hancur," sebut pejabat di Saint Martin, Daniel Gibbs.

Badai itu melewati wilayah Puerto Rico pada Rabu 6 September 2017 sore waktu setempat, dan memicu dua pertiga wilayah di sana tidak memiliki akses terhadap listrik, dan air bersih pun mengalami kelangkaan. Pejabat pengelolaan listrik di Puerto Rico, Ramos menyebutkan, 56 ribu warga di pulau itu saat ini tidak memiliki akses air bersih.

Badai terkuat di Samudera Atlantik itu terus bergerak menuju Republik Dominika, Hati, Kuba, Bahama dan Florida. Namun berdasarkan prediksi dari National Hurricane Center, badai itu saat ini sudah menurun statusnya menjadi kategori 4.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, evakuasi darurat pun dilakukan di enam wilayah Kepulauan Bahama. "Ini merupakan evakuasi terbesar dalam sejarah negara ini," kata Perdana Menteri Hubert Minnis. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,