Tiga Sindikat Pemalsu STNK Jaringan Nasional Ditangkap

Tiga Sindikat Pemalsu STNK Jaringan Nasional Ditangkap

Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar menangkap tiga pelaku pemalsuan STNK jaringan nasional. (foto - ist)

Bandung - Tiga pelaku pemalsuan Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) jaringan nasional, berhasil ditangkap Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar. Ketiga tersangka yang ditangkap, yakni UHS, EH dan SJ.

Selain mengamankan ketiga tersangka, polisi pun menyita 26 motor gede dan satu mobil Mercedes C200 serta dua mobil lainnya. "Ketiga tersangka memiliki peran masing-masing, mulai dari pencari konsumen, perantara ke pembuat STNK palsu dan pembuat STNK palsu," kata Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto kepada wartawan di Mapolda Jabar, Selasa (12/9/2017).

Menurut Agung, pengungkapan sindikat STNK palsu itu berawal dari informasi masyarakat, terkait adanya penjualan moge yang diduga bodong. Tim Ditreskrimum, AKBP Budi Satria melakukan penggeledahan dan penangkapan terhadap salah seorang pelaku berinisial SJ di Bandung.

Dari sindikat itu pun, polisi menemukan satu unit komputer, satu printer, 350 lembar STNK palsu 523 lembar serta blanko kosong sebanyak 540. "Komplotan ini sudah beroperasi sejak tahun 2012, atau 5 tahun lalu. Bayangkan, berapa banyak mereka telah merugikan negara," tegas Agung.

‎Tim pun melakukan pengembangan ke wilayah hukum DKI Jakarta, tim Ditreskrium mengamankan dua orang lainnya. Kedua orang itu berinisial ED dan RA. "‎Dari pemeriksaan, sindikat ini mampu mencetak tiap pesanan satu hingga dua hari, dengan harga pemesanan 5 sampai 6 juta," katanya.

Dalam setahun, sindikat ini mampu mencetak 300 STNK palsu. Cara kerja sindikat ini, SJ diketahui sebagai kordinator setiap pemesan, mengajukan permintaan untuk pembuatan STNK palsu kepada ED. ‎ED lalu menghubungi UR untuk membuat STNK itu. "Ini STNK mirip, namun salah satu kekurangannya, tidak adanya logo tribrata. Bahan kertasnya juga beda," ujar mantan Kakorlantas Mabes Polri itu.

Agung menyebutkan, pihaknya akan memproses juga para pemilik motor, dan melakukan pemeriksaan menyeluruh kepada kendaraan bermotor. "Kita lakukan razia di lapangan, termasuk nanti ada acara motor besar di Bandung. Kita akan tertibkan," tambahnya. Atas perbuatannya, ketiga pelaku dikenakan Pasal 263 KHUPidana, tentang pemalsuan dengan ancaman pidana enam tahun penjara. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,