Lima Tersangka Kasus Suap di Batubara Resmi Ditahan KPK

Lima Tersangka Kasus Suap di Batubara Resmi Ditahan KPK

Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain bersama empat tersangka lainnya resmi jadi tahanan KPK. (foto - ist)

Jakarta - Lima orang tersangka kasus suap proyek infrastruktur di Kabupaten Batubara Sumatera Utara, resmi jadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi. Selain Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain, KPK juga menahan empat orang tersangka lainnya.

KPK telah menetapkan 5 orang tersangka. Mereka adalah Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain, Kepala Dinas PUPR Pemkab Batubara Helman Herdady dan pihak swasta Sujendi Tarsono alias Ayen. Dua orang tersangka lainnya pemberi suap, yakni Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar. Keduanya merupakan kontraktor. 

Di Gedung KPK Jalan Kuningan Persada Jakarta Selatan, Kamis (14/9/2017) tengah malam, Sujendi Tarsono pertamakali keluar dari lobi Gedung KPK yang telah mengenakan rompi oranye. Kemudian diikuti OK Arya Zulkarnain dan Syaiful Azhar.

Kemudian Helman Hendardy dan Maringan Situmorang keluar dari Gedung KPK dengan mengenakan kursi roda. Ketika keluar dari gedung KPK, kelima tersangka tersebut bungkam alias tak memberikan komentar sedikit pun.

Menurut Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, OK Arya Zulkarnain ditahan di Mapolres Jakarta Timur, dan Sujendi ditempatkan di rumah tahanan (Rutan) KPK. Sedangkan, Helman ditahan di Rutan Salemba dan Maringan Situmorang dibawa ke Rutan Cipinang serta Syaiful ditahan di Maolres Jakarta Pusat.

"Untuk kepentingan penyidikan, kelimanya ditahan untuk 20 hari ke depan," kata Febri. KPK menahan lima orang tersangka itu dari hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT). OK Arya diduga menerima suap Rp 4,4 miliar, terkait pengerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara tahun 2017.

Uang tersebut merupakan pemberian fee terkait tiga proyek. Uang Rp 4,4 miliar tersebut berasal dari 2 pemberi suap yang merupakan kontraktor, yakni dari Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar.

Adapun rinciannya, uang Rp 4 miliar dari Maringan terkait 2 proyek, yaitu pembangunan jembatan Sentan senilai Rp 32 miliar yang dimenangkan PT GMJ, dan proyek pembangunan jembatan Seimagung senilai Rp 12 miliar yang dimenangkan PT T. Sementara Rp 400 juta dari Syaiful terkait proyek betonisasi jalan Kecamatan Talawi senilai Rp 3,2 miliar.

Namun dalam OTT, KPK hanya mengamankan uang Rp 346 juta, yang merupakan bagian dari pemberian Maringan yang totalnya Rp 4 miliar. Uang Rp 346 juta itu terdiri atas Rp 250 juta dan Rp 96 juta.

Uang 250 juta didapatkan dari tangan Kadis PUPR Pemkab Batubara Helman Herdady, sedangkan Rp 96 juta dari tangan sopir istri OK Arya Zulkarnain. Arya pun selama ini disebut-sebut telah menerima fee dari banyak pihak. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,