Sita Sabu Senilai 4 Miliar, Polda Jabar Tangkap Kelompok Aceh

Sita Sabu Senilai 4 Miliar, Polda Jabar Tangkap Kelompok Aceh

Polda Jabar tangkap tujuh orang kelompok Aceh, sita sabu senilai Rp 4 miliar. (foto - ist)

Bandung - Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar menyita barang bukti sabu senilai Rp 4,1 miliar dari  dari sindikat pengedar narkotik jaringan kelompok Aceh. Polisi menangkap sedikitnya tujuh orang, yang termasuk dalam atu jaringan.

"Total yang kita sita barang buktinya sekitar 4,1 kilogram. Jika dirupiahkan nilainya mencapai empat miliar lebih," sebut Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Jumat (15/9/2017).

Ketujuh orang yang termasuk dalam satu jaringan itu, yakni AL (48), BEN (32), MH (40), TK (40), IR (33), HS (43) dan HK (44). "Satu orang masih buron," kata Agung.

Dir Resnarkoba Polda Jabar Kombes Pol Asep Jenal Ahmadi menyatakan, pengungkapan oleh personel Subdit II Ditresnarkoba Polda Jabar yang dipimpin Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Jabar AKBP Heriyanto itu, bermula dari penangkapan IR, TK, HK dan HS.

Polisi menciduk mereka di kawasan Jatihandap Kota Bandung, pada Selasa 12 September. Polisi menemukan 1 kg sabu dan beberapa ons ganja. "Dari penangkapan itu kita selidiki dan kemudian kita selidiki pengedar lain MH di Lembang," kata Asep.

Polisi menangkap AL di kawasan Gegerkalong Kota Bandung. Saat penggeledahan polisi mendapatkan 3 kg sabu. Setelah itu, polisi menciduk BEN. "Barang-barang tersebut dikirimkan dari Aceh," tegasnya.

Menurutnya, para tersangka itu tergabung kelompok pengedar sabu untuk area Bandung. Mereka menjalankan aksi jual beli barang haram itu bermodus sistem tempel, atau disimpan di tempat yang sudah disepakati tanpa bertemu langsung dengan pemesan.

"Peredarannya khusus di wilayah Bandung. Sedangkan sistem penjualannya sama seperti yang sudah kita ungkap, berkomunikasi dan barang sistem tempel. Pengakuannya sudah satu hingga dua tahun, tapi diperkirakan lebih," katanya.

Selain 4,1 kilogram sabu, polisi menyita barang bukti lainnya berupa timbangan digital, 18 unit ponsel, buku tabungan, dan prekusor (alat pembuat ekstasi). Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2), Pasal 111 ayat (1), Pasal 112 (2), Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2017 tentang Narkotik dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,