KPK Menahan Pimpinan DPRD Banjarmasin dan Dirut PDAM

KPK Menahan Pimpinan DPRD Banjarmasin dan Dirut PDAM

KPK resmi menahan Ketua DPRD Banjarmasin Iwan Rusmali bersama tiga tersangka lainnya di Rutan berbeda. (doro - ist)

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan 4 tersangka, dalam kasus dugaan suap persetujuan Raperda Penyertaan Modal Pemkot Banjarmasin sebesar Rp 50,5 miliar kepada PDAM Bandarmasih.

Keempat tersangka dijebloskan ke penjara, yakni Ketua DPRD Banjarmasin Iwan Rusmali; Dirut PDAM Bandarmasih Muslih; Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Andi Effendi dan Manajer Keuangan PDAM Trensis.

Dirut PDAM Bandarmasih Muslih dititipkan di rutan Mapolres Jakarta Pusat, sedangkan Manajer Keuangan‎nya Trensis ditahan di rutan Mapolres Jakarta Timur. Keempat tersangka itu ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) berbeda-beda.

Ketua DPRD Banjarmasin Iwan Rusmali dan Wakilnya A‎ndi Effendi ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur Jakarta Selatan. "Keempat tersangka tersebut ditahan untuk 20 hari pertama masa penahanan," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Sabtu (16/9/2017).

Keempat tersangka rampung menjalani pemeriksaan sekitar pukul 00.10 WIB dinihari. Namun, empat tersangka itu pun kompak bungkam terkait kasus rasuah yang menyeretnya ke penjara.

Petugas langsung menggiring para tersangka yang sudah mengenakan rompi orange tahanan ke mobil KPK, untuk segera dibawa ke rutannya masing-masing. Keempat tersangka diperiksa selama sekitar sembilan jam, setelah tiba di gedung KPK Jalan Kuningan Persada Jakarta Selatan, pada sore hari. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,