Warga Panik, Lagi Meksiko Diguncang Gempa Dahsyat 7,1 SR

Warga Panik, Lagi Meksiko Diguncang Gempa Dahsyat 7,1 SR

Gempa 7,1 SR panikkan warga Mexico City yang berhamburan keluar gedung. (foto - AFP)

Mexico City - Wilayah Meksiko kembali diguncang gempa dahsyat berkekuatan 7,1 pada skala Richter (SR). Gempa dirasakan di Mexico City yang memicu kepanikan warga. Para pejalan kaki yang terkejut tampak saling berpelukan satu sama lain saat gempa terjadi.

Dilansir Telegraph, Rabu (20/9/2017) ribuan orang berhamburan keluar dari gedung dan memadati jalanan disertai dengan kepanikan. Gempa juga menyebabkan arus lalu lintas macet karena banyaknya orang yang memadati jalan-jalan utama.

Sejauh ini, belum jelas apakah gempa tersebut memicu korban jiwa dan menimbulkan kerusakan. Namun Kepala Perlindungan Sipil Nasional, Luis Felipe Puente melalui Twitter resminya menyatakan, tidak ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut.

Berdasarkan informasi dari Badan Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa berada sekitar 121 kilometer (km) dari Mexico City, dan berada di kedalaman 2,8 km di Timur Laut San Jua Raboso dekat Kota Puebla. Sayangnya, belum ada informasi pasti apakah gempa berpotensi tsunami atau tidak.

Sebelumnya, pada awal bulan ini gempa besar berkekuatan 8,1 SR juga mengguncang Meksiko, yang menewaskan sedikitnya 91 orang. "Gempa itu juga meratakan puluhan ribu rumah, yang dihuni oleh sedikitnya 2 juta orang," kata pejabat setempat.

Pusat gempa pada saat itu diketahui berada sekitar 122 km barat daya Pijijiapan, pada kedalaman 33 km. Bahkan, laporan gempa mengindikasikan guncangan terasa hingga Austin, Texas. Padahal, Austin berjarak sekira 2.220 km dari Pijijiapan.

Pusat Peringatan Tsunami menyatakan, ancaman tsunami akibat gempa. Gempa terakhir yang mengguncang Meksiko pada 2014. Ketika itu, gempa dengan kekuatan 7,4 SR mengguncang Kota Guerrero di dekat Acapulco pada 18 April 2014. Meksiko terakhir kali mengalami guncangan gempa hingga 8,0 SR pada 1995 sekitar 3 km dari El Colomo. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,