Wujudkan 'Sister Province' Jabar Teken LoI dengan Incheon

Wujudkan 'Sister Province' Jabar Teken LoI dengan Incheon

Penandatanganan Letter of Intent (LoI) Gubenur Jabar Ahmad Heryawan dengan Walikota Incheon Yoo Jeong-bok. (foto - @humasjabar)

Bandung - Kunjungan kerja Pemprov Jabar ke sejumlah kota di Korea Selatan (Korsel), Gubernur Jabar Ahmad Heryawan melakukan penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan Walikota Incheon, Yoo Jeong-bok. LoI meliputi Pembentukan Hubungan Kerja Sama Provinsi Bersaudara dan Kerja Sama Teknik dengan Pemerintah Kota Metropolitan Incheon, Senin (25/9/2017) waktu setempat.
 
Kerja sama yang dijalin antara lain terkait pengelolaan sampah dan limbah, bandar udara dan pelabuhan. Menurut Ajudan Gubernur Jabar, Ghani Abdul Hakim lewat keterangan Humas Jabar menyebutkan, penandatanganan LoI ini diharapkan menjadi momentum awal Incheon dan Jabar dapat menjadi saudara melalui perubahan lingkungan, transportasi, ekonomi, budaya dan sosial.
 
Turut mendampingi Gubernur Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Jabar Eddy I M Nasution, Kepala Biro Pemerintahan dan Kerja Sama Setda Jabar Taufiq Budi Santosa, Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Jabar Yudha M Saputra dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jabar Anang Sudarma.
 
Walikota Metropolitan Incheon, Yoo Jeong-bok pun menyambut baik dan mengapresiasi positif kerja sama yang dirintis. "Kami sangat senang dan merasa beruntung Incheon menjadi daerah di Korea, yang pertama menjalin kerja sama dengan Provinsi Jabar,” katanya. LoI ini yang kelak menjadi dasar Memorandum of Understanding (MoU) pembentukan kerja sama Sister Province.
 
Kota Metropolitan Incheon berpenduduk 3 juta jiwa (nomor 3 di Korea) dengan keunggulan Bandara Internasional Incheon, Pelabuhan Incheon dan memiliki 10.061 bisnis. Pendapatan per kapitanya 595 miliar dolar/orang. Tahun 2016 jumlah ekspor 360 miliar dolar, total impor 340 dolar, tingkat perdagangan menjadi 2 kali dari Ulsan.
 
Adapun produk ekspor antara lain mobil, semi konduktor, besi baja, onderdil mobil, bahan kimia, alat bangunan. Sedangkan produk impor gas alam, semi konduktor, minyak mentah, batu bara, kayu, biji besi. Sepuluh negara eksportir utama Tiongkok, Amerika, Jepang, Vietnam, Singapura, Hongkong, Taiwan, Inggris, Mexico dan India.
 
Yoo Jeong-bok mengatakan, Kota Incheon, Sangdo, YeongChong dan CheongLai dibangun sebagai Zona Ekonomi Bebas. Sebagai Kota metropolitan, Bandara Internasional Incheon dan Pelabuhan Incheon yang terletak di Incheon yang berpenduduk sekitar 3 juta orang yang terbaik. Sebagai wilayah 11 industri pembuatan sabuk dan memiliki sekitar 23.000 area industri, ekonomi Incheon dapat memimpin perekonomian Korsel di masa depan.
 
Dalam kunjungan kerja ke Korea Selatan ini, Gubernur Jabar juga diagendakan akan menandatangani LoI dengan Pemerintah Provinsi Gyeongsangbuk Do, dan Pemerintah Kota Metropolitan Ulsan di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi, pertanian, pendidikan, kesehatan, pariwisata serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
 
Delegasi Jabar juga direncanakan meninjau proyek teknologi dan industri lingkungan yang telah berhasil dilaksanakan Korea Environmental Industry and Technology (KEITI), sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Letter of Intent antara Pemprov Jabar dan KEITI pada 28 Agustus 2017 di Gedung Sate Kota Bandung. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,