Diguyur Hujan, Bangunan PAUD At-Taqwa Garut Nyaris Runtuh

Diguyur Hujan, Bangunan PAUD At-Taqwa Garut Nyaris Runtuh

Kondisi ruang kelas PAUD At-Taqwa di Desa Sirnagalih Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut. (foto - ist)

Garut - Guyuran hujan deras ditambah kondisinya yang sudah tua menyebabkan bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) At-Taqwa di Garut nyaris runtuh. Akibatnya, puluhan siswa pun tidak bisa melaskanakan proses belajar-mengajar.
 
Berdasarkan keterangan salah seorang guru PAUD At-Taqwa, Neneng (35) mengatakan, bangunan rusak akibat diterjang hujan, pada Kamis  malam. "Pas malam ada hujan, kata orang sekitar sini sekitar jam 10 malam ada suara roboh. Dicek karena dikira bunyi dari tempat las mobil yang terletak di depan sekolah," kata Neneng, Sabtu (30/9/2017).
 
"Kami semua terkejut pas pagi-pagi lihat kondisinya sudah berantakan,” katanya. Menurutnya, kerusakan banguna PAUD At-Taqwa yang berada di Desa Sirnagalih Kecamatan Tarogong Kidul Garut, tampak sejak Jumat pagi, ketika ia dan sekitar 30 siswa yang belajar di tempat ini akan memulai proses belajar-mengajar.
 
"Memang, selain karena hujan bangunannya sudah tidak bagus karena sudah lama," katanya. Pihaknya berharap, bangunan itu segera diperbaiki, karena memang anak-anak (siswa) harus belajar. Kerusakan bangunan tersebut terutama di bagian belakang, yang terbuat dari anyaman bambu. Sejumlah meja dan fasilitas belajar pun rusak tertimpa reruntuhan.
 
Sementara itu, Kepala PAUD At-Takwa, Popon mengatakan, sebelum bangunan PAUD itu rusak pihaknya telah melayangkan permohonan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, untuk segera merehabilitasi bangunan. Namun sejauh ini belum mendapat tanggapan.
 
"Bangunan bangunan mungkin usianya sudah 18 tahun, dan belum pernah diperbaiki. Kami sudah melayangkan proposal untuk merehab, tapi tidak ada tanggapan,” katanya. Setelah kejadian tersebut, pihaknya segera bergerak menemui dinas terkait untuk melaporkan kejadian itu.
 
Akibat runtuhnya bangunan praktis jalannya proses belajar-mengajar di PAUD tersebut terhambat. Untuk itu, pihak pengelola melakukan kegiatan belajar-mengajar di rumah salah satu tenaga pendidik, hingga bangunan kelas tersebut bisa dipergunakan kembali. (Jr.)**
.

Categories:Pendidikan,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait