14 Tewas, Ledakan Hantam Dekat Masjid Syiah Afghanistan

14 Tewas, Ledakan Hantam Dekat Masjid Syiah Afghanistan

14 Tewas, Ledakan Hantam Dekat Masjid Syiah Afghanistan. (foto - Associated Press)

Kabul Sedikitnya 14 orang tewas dan 40 lainnya terlika, menyusul sebuah ledakan yang terjadi di dekat sebuah masjid besar Syiah di ibukota Afghanistan, pada Jumat waktu setempat. Kelompok ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan bunuh diri itu.

Ledakan terjadi di wilayah Qala-e Fatehullah Kabul dekat Masjid Hussainya, dan terjadi ketika pasukan keamanan meningkatkan kewaspadaannya atas kemungkinan adanya serangan selama Ashura, perayaan tersuci dalam kalender keagamaan Syiah.

Presiden Ashraf Ghani mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan, para pelaku penyerangan tidak akan dapat mengguncang kesatuan warga Afghanistan dengan melancarkan serangan yang "tidak manusiawi dan tidak beragama" .

Sebuah pernyataan dari kelompok ISIS telah mengakui sederetan serangan terhadap Syiah selama dua tahun belakangan mengatakan, petempurnya telah melakukan serangan itu. Afghanistan, sebuah negara yang kebanyakan penduduknya penganut Islam Sunni.
 
Mereka umumnya terhindar dari kekerasan sektarian yang telah menghancurkan negara-negara seperti Irak. Namun terjadi peningkatan jumlah serangan terhadap pengikut Syiah dalam beberapa tahun belakangan.

Petugas keamanan mengatakan, sedikitnya dua penyerang tewas ketika mereka melakukan operasi. Serangan tampaknya direncanakan untuk menyasar sebuah masjid, hanya sebulan setelah 20 orang tewas ketika beribadah di masjid Syiah lainnya di Kabul.

Sebuah rumah sakit yang dikelola kelompok bantuan Italia, "Emergency" mengatakan, lima korban terluka akibat ledakan itu telah dorawat. Namun saksi di tempat kejadian itu mengatakan, delapan atau sembilan orang menderita luka atau tewas.

Kelompok garis keras setempat yang terhubung dengan jaringan IS telah mengakui beberapa serangan, yang menyasar Syiah di Kabul dalam beberapa tahun belakangan ini. Pemerintah telah mengizinkan masyarakat Syiah untuk menempatkan penjaga bersenjata di dekat masjid menjelang Ashura. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,