2 Wanita Tewas Ditusuk Pria Berpisau di Stasiun KA Marseile

2 Wanita Tewas Ditusuk Pria Berpisau di Stasiun KA Marseile

Warga meninggalkan stasiun kereta Saint-Charles di Merseille Prancis setelah terjadi penusukan terhadap dua perempuan. (foto - Reuters)

Paris - Dua orang perempuan jadi korban penusukan seorang pria berpisau di Merseille Perancis. Insiden yang merupakan serangan teror itu tepatnya terjadi di Stasiun Kereta Saint-Charles, Minggu siang waktu setempat.

Dilansir Daily Mail, Senin (2/10/2017) kedua korban masing-masing berusia 17 dan 20 tahun. Salah seorang korban ditusuk di bagian leher, sedangkan seorang lainnya di bagian perut dan dada. Berdasarkan keterangan polisi, pelaku yang mengenakan pakaian hitam itu, menyerang kedua perempuan malang itu secara tiba-tiba di tengah keramaian.

"Aksi penusukan itu terjadi di tengah keramaian dan disaksikan banyak orang. Pelaku berteriak dan kemudian langsung melakukan serangan. Kedua korban tewas di tempat dan tentara yang berjaga langsung menembak mati orang tersebut," sebut seorang petugas polisi.

Diketahui, saat kejadian sejumlah tentara tengah berpatroli di lokasi kejadian, sebagai bagian dari status darurat keamanan di Perancis. Pelaku diketahui tewas akibat timah panas polisi. Polisi mengonfirmasi aksi penyerangan itu merupakan tindakan terorisme.

Berdasarkan pemeriksaan sidik jari, pelaku diketahui memiliki lebih dari satu identitas. Pejabat anti-teror Perancis menyatakan tengah menyelidiki keterkaitan pelaku dengan kelompok teroris tertentu. Menurut keterangan para saksi, pelaku diketahui sempat berteriak "Allahuakbar" sebelum melancarkan aksinya.

"Saya mendengar dua tembakan, itulah yang kemudian memicu kepanikan. Orang-orang keluar dari ruang tunggu sambil berteriak 'Lari dan keluarlah dari stasiun'. Saya baru saja sampai di stasiun saat semua orang mulai berlari," terang seorang saksi.

Presiden Perancis, Emmanuel Macron telah menyampaikan rasa belasungkawa terhadap korban dan keluarganya melalui Twitternya. Ia juga mengecam aksi keji itu. "Saya sangat marah dengan tindakan bar-bar itu dan saya merasa sedih untuk korban serta keluarganya. Saya bersyukur karena tentara dan polisi di lokasi bisa menangani insiden itu dengan tenang dan efisien," tulis Macron.

Lokasi penyerangan ditutup untuk sementara waktu guna kepentingan penyelidikan. Menteri Dalam Negeri Perancis, Gerard Collomb dilaporkan dalam perjalanan menuju ke lokasi kejadian untuk meninjau situasi setelah kejadian. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,