Longsor di Cianjur, 1.300 Jiwa Mengungsi 380 Rumah Rusak

Longsor di Cianjur, 1.300 Jiwa Mengungsi 380 Rumah Rusak

Lima dusun di Desa Waringinsari Kecamatan Takokak Kabupaten Cianjur diterjang longsor. (foto - BNPB)

Cianjur - Pergerakan tanah atau longsor yang meluas di daerah Cianjur dipicu oleh kondisi struktur tanah yang labil dan guyuran hujan deras. Terlenih kondisi tanah sudah retak-retak selama musim kemarau, yang kemudian diguyur hujan deras, sehingga air mengisi retakan tanah dan menimbulkan longsor.
 
Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, bencana longsor yang menimbulkan kerusakan ratusan rumah terjadi di lima dusun di Desa Waringinsari Kecamatan Takokak Kabupaten Cianjur, pada Minggu 1 Oktober 2017 pukul 17.30 WIB. Longsor menyebabkan 800 KK (2.400 jiwa) terdampak.
 
Ia menyebutkan, sekitar 1.300 jiwa masyarakat mengungsi karena rumahnya rusak dan khawatir akan adanya longsor susulan. Pengungsi tersebar di beberapa titik seperti di balai desa, madrasah, tetangga terdekat dan di rumah kerabatnya.
 
"Tidak ada korban jiwa. Namun tercatat sebanyak 138 rumah rusak berat, 103 rumah rusak sedang, 139 rumah rusak ringan dan 420 rumah terancam longsor,” kata Sutopo dalam keterangannya, Selasa (3/10/2017).
 
"Longsor juga menyebabkan tiga unit sekolah rusak sesang, 14 unit masjid rusak ringan, 18 unit musala rusak sedang, tiga saluran irigasi rusak berat, satu unit sarana air bersih milik Ponpes Riyadul Muthadin rusak berat, lima titik jalan tertimbun dan satu jalan putus," tambahnya.
 
BPBD Kabupaten Cianjur bersama TNI, Polri, BPBD Provinsi Jawa Barat, Basarnas, Tagana, PMI, SKPD, relawan dan masyarakat melakukan penanganan darurat. Bupati Cianjur telah menetapkan status tanggap darurat bencana longsor tanggal 1-7 Oktober 2017. 
 
BPBD Cianjur telah memberikan bantuan logistik berupa beras, mie instan, sarden, kecap, saus dan minyak goreng. BPBD Provinsi Jawa Barat telah memberikan bantuan logistik senilai Rp 360 juta, berupa sandang 175 paket, Kidsware 180 paket, selimut 200 lembar, tikar 200 lembar, matras 200 lembar, familykids 200 lembar dan mie instan 80 dus.
 
Tim Reaksi Cepat BNPB melakukan pendampingan dalam penangan darurat. BPBD Cianjur telah mengimbau kepada masyarakat untuk menutup  retakan tanah dengan menggunakan tanah liat. BPBD juga mencari pos pengungsian dan posko cadangan karena dikhawatirkan longsor susulan akan terus berlangsung.
"Masyarakat diimbau untuk waspada dari ancaman banjir dan longsor, di saat ini memasuki musim peralihan menuju musim penghujan,” katanya.
 
Diperkirakan, musim penghujan akan turun awal November mendatang. Musim pancaroba umumnya terjadi hujan deras disertai angin kencang. Longsor adalah bencana paling banyak menimbulkan korban jiwa sejak tahun 2014-2016. "Masyarakat agar mewaspadai bahaya longsor saat hujan deras," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,