Tilang CCTV di Kota Bandung Mulai Diberlakukan Rabu Ini

Tilang CCTV di Kota Bandung Mulai Diberlakukan Rabu Ini

Mulai Rabu ini Bandung membelakukan tilang CCTV. (foto - ist)

Bandung - Tilang berbasis rekaman kamera pemantau (closed circuit television - CCTV) di Kota Bandung mulai diberlakukan, Rabu 4 Oktober 2017 hari ini. Rekaman gambar tersebut akan menangkap pelanggaran sekaligus menjadi bukti proses tilang CCTV itu.

"Mulai hari Rabu kita sudah menerapkan tilang CCTV," kata Kasatlantas Polrestabes Bandung Mariyono di Mapolrestabes Bandung, Selasa (3/10/2017). Infrastruktur kamera pemantau sudah dimiliki Kota Bandung. Sejumlah titik persimpangan jalan sudah dipasangi CCTV lengkap dengan pengerjaan suara. Alat itu terhubung ke Area Traffic Control System (ATCS) yang berada di Balaikota Bandung.

Dalam pelaksanaannya, polisi akan memperhatikan para pengendara melalui CCTV. Rekaman pengendara yang melanggar akan dijadikan bukti bagi polisi ketika melakukan penilangan. "Nanti nomor polisinya akan kita potong dan nanti kita cari pemilik kendaraan melalui nomor polisi itu. Kita datangi nanti ke rumahnya," katanya.

Bagi pengendara yang melakukan pelanggaran, seperti tidak menggunakan helm atau penumpang lebih dari dua orang dikenakan tilang. Sementara untuk roda empat (mobil), berhenti di ruang henti khusus (RHK) sepeda motor. "Jenis pelanggarannya terlihat secara kasat mata," tegas Mariyono.

Saat ditemui pelanggaran, petugas akan mencatat nomor polisi kendaraan pelanggar. Kemudian dilakukan idenifikasi dan langsung diberikan tilang, sesuai alamat dari kendaraan yang teridentifikasi.

Sebelumnya, infrastruktur itu sudah mulai difungsikan untuk imbauan serta teguran pada tahap awal. Sejumlah pelanggar diingatkan melalui pengeras suara. Tahapan berikutnya, tilang atas pelanggaran lalu lintas mulai diberlakukan.

Prinsipnya, rekaman kamera pemantau berfungsi sebagai "mata" yang melihat langsung pelanggaran. Dalam rekaman gambar akan terlihat pelat nomor kendaraan yang digunakan oleh pelanggar.

Dengan melacak pelat nomor itu bisa diketahui data pemilik, termasuk alamat pemilik kendaraan. "Pemilik kendaraan akan dicari melalui nomor polisi, kemudian didatangi rumahnya," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,