Spanyol Tetap Tolak Seruan Mediasi Hadapi Krisis Catalunya

Spanyol Tetap Tolak Seruan Mediasi Hadapi Krisis Catalunya

Spanyol Tetap Tolak Seruan Mediasi Soal Krisis Catalunya. (foto - Associated Press)

Madrid - Pemerintah Spanyol tetap menolak seruan pemimpin Catalunya unuk bermediasi, terkait tuntutan kemerdekaan daerah yang memicu krisis politik. Hal itu disampaikan kantor perdana menteri Spanyol, meski pemerintahan separatis mengancam akan mendeklarasikan kemerdekaan awal pekan depan.

Berdasarkan pernyataan kantor perdana meneteri menyebutkan, tak akan ada mediasi hingga Presiden Catalunya Carles Puigdemont menghentikan kampanye kemerdekaan, yang dianggap ilegal oleh pemerintah pusat di Madrid.

"Pemerintah tidak akan berunding mengenai segala hal yang ilegal, dan tidak akan menerima pemerasan," demikian pernyataan dari kantor Perdana Menteri Mariano Rajoy pernyataan kantor perdana menteri yang dikutip kantor berita AFP, Kamis (5/10/2017).

Sejak hasil referendum kemerdekaan keluar belum ada pembicaraan yang dilakukan antara pemimpin Catalonia dan pemerintah Spanyol. PM Rajoy berkeras tidak ingin mengakui hasil referendum yang dinilainya tidak sesuai konstitusi itu. Ia menilai sebagian besar warga Catalan telah dibodohi oleh gerakan separatisme yang ingin memecah belah bangsa.

Sementara itu, Presiden Catalonia Carles Puigdemont menganggap wilayahnya berhak menentukan nasib sendiri dengan dasar hasil referendum kemarin. Ia melihat, kebijakan pemerintah pusat sebagai "suatu bencana" yang semakin mendorong Catalonia untuk bercerai dari Spanyol.

Anggota legislatif regional pro-kemerdekaan pun menyerukan rapat khusus Senin pekan depan untuk memperdebatkan hasil referendum. "Dengan mengikuti perjalanan sidang, kemerdekaan dapat diumumkan," kata seorang sumber dari pemerintah daerah Catalonia.

Sedangkan anggota parlemen regional separatis ekstrem kiri CUP, Mireia Boya menekankan rapat awal pekan depan itu akan menjadi "rapat paripuna untuk mengumumkan kemerdekaan Republik Catalonia. Madrid pun dihadapkan pada krisis politik terburuk selama beberapa dekade terakhir, sementara Uni Eropa terus bungkam.

Selama ini, Catalonia telah meminta bantuan internasional, khususnya Uni Eropa, untuk memediasi perselisihan Barcelona dengan Madrid. Namun, blok itu seakan masih enggan menengahi konflik ini karena menganggap masalah tersebut merupakan isu internal Spanyol. Uni Eropa hanya mendesak Madrid dan Barcelona untuk berdialog dan bergerak cepat mencari solusi penyelesaian sesuai konstitusi Spanyol. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,