Meledak di Udara, Mesin Air France Tercecer di Greenland

Meledak di Udara, Mesin Air France Tercecer di Greenland

Mesin pesawat Air France meledak di udara, pesawat terpaksa mendarat darurat di Bandara Goose Bay Kanada. (foto - @jacobsoboroff)

Otawa - Seluruh penumpang dibuat panik menyusul mesin pesawat milik maskapai Perancis, Air France meledak pada 2 Oktober lalu. Insiden itu membuat pesawat yang terbang dari Paris menuju Los Angeles Amerika Serikat (AS) itu, terpaksa mendarat darurat di Banndara Goose Bay Kanada.

Hampir sepekan berlalu, otoritas berwenang menyatakan, potongan mesin pesawat yang lepas ditemukan di Greenland, sebuah pulau di Samudera Atlantik bagian utara di arah timur laut Kanada. Mesin pesawat rusak ketika melintas di atas Samudera Atlantik. Dinding pelindung mesin pun robek ketika pesawat tengah terbang di ketinggian lebih dari 11 ribu meter di atas permukaan laut.

Dilansir CNN, Jumat (6/10/2017) lewat pernyataan resminya, Biro Penyelidik dan Analisis Keamanan Penerbangan Sipil Prancis (BEA) menyebutkan, potongan mesin itu ditemukan berdasarkan analisis data penerbangan. Potongan mesin pesawat tepatnya ditemukan sekitar 150 km tenggara Kota Paaimut.

Otoritas Perancis kini telah mengerahkan satu unit helikopter untuk terbang melintasi wilayah udara Greenland guna mengecek potongan mesin itu. Hal itu diperlukan untuk keperluan penyelidikan terkait penyebab pasti rusaknya mesin pesawat secara mendadak.

"BEA telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak termasuk otoritas Denmark, untuk mengumpulkan potongan mesin pesawat. Analisis data yang terdapat dalam perekam penerbangan akan kembali ditelusuri di laboratorium BEA," tulis pernyataan resmi BEA.

Sebelumnya, penumpang pesawat jenis Airbus A380 yang merupakan pesawat sipil terbesar saat ini panik, pasca-terdengar suara ledakan. Salah seorang penumpang, Sarah Eamigh menyatakan, para penumpang merasakan ada yang tidak beres dari awal terbang.

"Kami mendengar suara nyaring dan merasakan getaran. Jelas bukan turbulensi sehingga kami tahu ada yang tidak beres. Kapten bertindak dengan baik, tapi meski demikian, kami benar-benar gugup karena getarannya terjadi 5 sampai 8 menit, kemudian terjadi ledakan di bagian mesin," sebut Sarah.

Beruntung, pesawat dengan nomor penerbangan AF66 tersebut berhasil mendarat dengan lancar, meski dalam kondisi darurat. Sebanyakl 497 penumpang berhasil selamat tanpa ada seorang pun yang terluka. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,