3 Orang Ditangkap, Agen FBI Gagalkan Rencana Teror Bom

3 Orang Ditangkap, Agen FBI Gagalkan Rencana Teror Bom

Times Square New York Amerika Serikat. (foto - Shutterstock)

New York - Rencana kelompok militan melakukan pengeboman di New York Amerika Serikat sebagai target pada tahun lalu, telah digagalkan oleh penyamaran seorang agen Biro Investigasi Federal Amerika Serikat FBI. Target serangan itu termasuk kereta bawah tanah dan Times Square.
 
Tiga orang telah didakwa atas keterlibatan dalam perencanaan serangan yang dilakukan atas nama kelompok ISIS. Serangan itu rencananya akan dilakukan pada bulan suci Ramadan tahun 2016. Satu dari tiga orang yang ditangkap, yakni Abdulrahman El Bahnasawy, seorang pemuda Kanada berumur 19 tahun yang membeli bahan-bahan pembuat bom.
 
Ia ditangkap setelah pergi ke Amerika Serikat dan telah mengaku bersalah atas dakwaan "pelanggaran terorisme". Seangkan dua orang lainnya Talha Haroon, pemuda AS berumur 19 tahun yang tinggal di Pakistan yang diduga berencana ikut serta dalam serangan, serta Russell Salic, pria Filipina berumur 37 tahun yang diduga menyediakan dana untuk serangan.
 
Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (7/10/2017) sejumlah serangan itu telah digagalkan berkat bantuan seorang agen FBI, yang menyamar sebagai pendukung ISIS yang berkomunikasi dengan ketiga tersangka. Haroon dan Salic telah ditangkap di luar negeri dan sedang dalam proses untuk diekstradisi ke AS.
 
"El Bahnasawy dan Haroon mengidentifikasi sejumlah lokasi dan event di New York City dan sekitarnya, sebagai target rencana serangan. Termasuk sistem kereta bawah tanah New York City, Times Square dan tempat konser tertentu," demikian statemen kantor Pjs Jaksa Joon Kim di Manhattan.
 
Disebutkan, El Bahnasawy mengirimkan gambar Times Square kepada agen FBI yang menyamar itu, seraya mengatakan "kita serius memerlukan sebuah bom mobil untuk menyerang". Sedangkan Haroon mengatakan pada agen FBI tersebut, kereta bawah tanah akan menjadi target "sempurna" dan rompi bom bunuh diri bisa diledakkan setelah para penyerang mengeluarkan amunisi mereka.
 
Sementara Salic berkomunikasi dengan agen FBI tersebut dan kemudian mengirimkan dana sekitar 423 dolar AS, untuk mendanai sejumlah serangan itu, dan berjanji akan menambah kiriman lebih banyak lagi. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,