Irak Tolak Pasukan Darat Asing

Irak Tolak Pasukan Darat Asing

Seorang Tentara Amerika Bermain Golf Di Pangkalan Militer Amerika di Iraq. (Foto: Net)

Baghdad - Menteri Pertahanan Irak Khalid Al-Obeidi pada  Rabu(19/11/2014) mengatakan negaranya menolak masuknya pasukan darat asing untuk memerangi pelaku teror, dan menegaskan militer Irak akan bisa mengusir kelompok fanatik Negara Islam dari Irak.

"Pemerintah Irak takkan mengizinkan tentara darat asing memasuki Irak untuk ikut dalam perang melawan pelaku teror, dan operasi darat akan secara eksklusif dilakukan oleh militer Irak," kata Al-Obeidi kepada wartawan pada Selasa, setelah upacara wisuda satu kelompok pasukan keamanan Irak di Dhi Qar, sekitar 350 kilometer di sebelah selatan Ibu Kota Irak, Baghdad.

Ia menambahkan koalisi internasional melancarkan banyak serangan udara yang ditujukan ke lokasi anggota Negara Islam (IS) di Irak Barat dan Utara. "Tapi serangan yang paling berpengaruh dilancarkan oleh Angkatan Udara Irak," katanya.

Pernyataan Khalid Al-Obeidi dipandang sebagai tanggapan atas pernyataan Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel pada Senin (17/11), kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu. Saat itu Hagel mengatakan negaranya mungkin akan mengirim pasukan darat untuk membantu militer Irak memerangi anggota IS jika diminta secara resmi.

Situasi keamanan di Irak mulai memburuk secara drastis sejak 10 Juni, ketika bentrokan berdarah berkecamuk antara pasukan keamanan Irak dan ratusan anggota IS --yang menguasai Kota Mosul di bagian utara negeri itu. Belakangan anggota kelompok fanatik tersebut merebut banyak wilayah setelah pasukan keamanan Irak meninggalkan pos mereka di Nineveh dan provinsi lain yang didominasi oleh kelompok Sunni.

Pasukan keamanan Irak pada Selasa untuk pertama kali memasuki kilang minyak terbesar negara itu, setelah berbulan-bulan pertempuran melawan gerilyawan IS yang mengepungnya, kata seorang kolonel polisi dan stasiun televisi pemerintah.

"Pasukan Irak pertama, pasukan anti-terorisme yang diberi nama Batalion Mosul, memasuki kilang minyak Baiji untuk pertama kali dalam lima bulan," kata Kolonel Polisi Saleh Jaber dari Pasukan Perlindungan Kilang Minyak Baiji itu.

Stasiun televisi itu memberitakan gerak maju tersebut tapi tidak menayangkan gambarnya. Berita itu belum mendapat konfirmasi secara independen.

Serangan yang dipimpin Amerika Serikat telah menghambat IS, yang telah menduduki seluruh Irak Utara pada Juni, hampir tanpa perlawanan dari tentara Irak.

Para petempur IS merebut Kota Baiji dan mengepung kilang minyak itu dalam gerak maju pertama pada Juni. (AY)

.

Categories:Internasional,