150 Rumah di Margaasih Terendam Luapan S. Cicangkring

150 Rumah di Margaasih Terendam Luapan S. Cicangkring

Sekitar 150 rumah warga Desa Margaasih Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung diterjang banjir. (foto - Twitter)

Bandung - Sekitar 150 rumah warga Desa Margaasih Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung diterjang banjir setinggi 120 cm, Rabu (11/10/2017) malam. Banjir berasal dari luapan Sungai Cicangkring setelah diguyur hujan deras.

Menurut Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung H. Tata Irawan, banjir yang meredam ratusan rumah di Desa Margaasih sebagai dampak hujan deras di kawasan Kota Cimahi dan Bandung sejak sore hari.

"Dari pantauan di lapangan dan keterangan dari warga, kami mendapat keterangan banjir tersebut setelah ada aliran air dari kawasan Kota Cimahi dan Kota Bandung," katanya. Aliran air hujan itu masuk ke daerah aliran Sungai Cicangkring, yang melintasi Desa Margaasih. Karena debitnya sangat deras, sehingga air yang mengalir di sungai tidak tertampung yang akhirnya meluap.

Ia mengatakan, daerah yang terkena dampak banjir antara lain RW 05, 10, 11 dan 12 Desa Margaasih. "Memang sebelumnya, empat RW di Desa Margaasih tersebut sering terkena dampak banjir dari luapan sungai yang sama," katanya.

Disebutkan, berbeda dengan RW 13 dan 14 menjadi korban banjir dampak dari pembangunan Tol Soroja (Soreang - Pasirkoja) yang belum rampung pengerjaannya. "Kita pun turut memantau di lapangan. Diketahui ketinggian air di jalan antara 10 - 100 cm. Berbeda dengan di permukiman hingga mencapai setinggi 20 - 120 cm," katanya.

Dampak banjir itu, lanjutnya menyebabkan ruas jalan menuju kantor Camat Margaasih terputus. Tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. Hasil pemantauan terakhir, sekitar 150 rumah terendam banjir. Paling parah di RW 10 Desa Margaasih.

Menjelang Rabu tengah malam, tinggi genangan perlahan mulai surut. "Itu laporan sementara dari lokasi banjir. Kita juga terus menjalin komunikasi dengan aparat desa setempat, untuk mengetahui perkembangan terakhir di lokasi," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,