Istri Terdakwa Andi Narogong Dicegah ke Luar Negeri

Istri Terdakwa Andi Narogong Dicegah ke Luar Negeri

Inayah, istri Andi Narogong terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP. (foto - ist)

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah Inayah, untuk bepergian keluar negeri. Istri terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong itu  dilarang ke luar negeri, selama enam bulan ke depan.

"KPK mengirimkan surat pada Kantor Imigrasi tentang pencegahan keluar negeri terhadap Inayah, terhitung sejak 4 Oktober 2017 untuk enam bulan ke depan," sebut Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Selain Inayah, KPK juga mencegah saksi dari pihak swasta bernama Raden Gede. Keduanya dicegah keluar negeri lantaran dianggap menjadi saksi penting, untuk tersangka korupsi e-KTP Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo (ASS).

Sebelumnya, dalam proses penyidikan terhadap Andi Narogong keduanya juga dicegah keluar negeri oleh KPK selama enam bulan, sejak 6 April 2017. Pencegahan bepergian keluar negeri dilakukan berdasarkan Pasal 12 ayat (1) huruf b UU KPK.

"Penyidik membutuhkan keterangan para saksi, dan jika dibutuhkan mereka tidak sedang berada di luar negeri," tegas Febri. Dalam perkara e-KTP, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor sudah memvonis dua mantan pejabat Ditjen Dukcapil Kemendagri Irman dan Sugiharto, masing-masing tujuh dan lima tahun. KPK masih banding atas materi putusan perkara itu.

Sementara tersangka lain yang sudah didakwa oleh jaksa KPK, yakni Andi Agustinus alias Andi Narogong. Dua tersangka lain, politikus Golkar Markus Nari dan Anang Sugiana Sudihardjo masih dalam tahap penyidikan penyidik KPK.

KPK juga telah menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka, namun penetapan itu dianggap tidak sah oleh hakim Cepi Iskandar dalam gugatan praperadilan yang dilayangkan kuasa hukum Novanto. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,