25 PTS Diberhentikan oleh Kemenristekdikti

25 PTS Diberhentikan oleh Kemenristekdikti

Menristekdikti Mohamad Nasir. (foto - Ristekdikti)

Jakarta - Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti), telah memberhentikan operasional 25 perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia. Pihak kementerian sudah memberikan teguran sebelum memutuskan melakukan pemberhentian.

"Sebanyak 127 perguruan tinggi yang sekarang ini kami lakukan penelitian, sebanyak 25 PTS di antaranya sudah kami berhentikan," kata Menristekdikti Mohamad Nasir, Minggu (15/10/2017). Pihaknya sedang memilah di antara 102 perguruan tinggi terkait dengan pemberhentian operasional. Bahkan, ada beberapa yang tinggal menunggu SK.

Menurutnya, penutupan itu berdasarkan beberapa faktor, seperti tidak bisa mengelola perguruan tinggi dengan baik, sudah tidak ada mahasiswa, dan terakhir terdapat kecurangan-kecurangan saat pelaksanaan operasional kampus.

Sebelum menutup, pihak Kemenristekdikti sempat memberikan teguran agar perguruan tinggi yang bermasalah segera memperbaiki kinerja. Namun, beberapa di antaranya mengabaikan peringatan tersebut sehingga pemerintah terpaksa menutupnya. "Kalau itu dilakukan proses pembelajaran enggak benar harus kami peringatkan. Kalau sudah diperingatkan berkali-kali dan tidak dijalankan, mereka tidak bisa lagi diperbaiki. Ini harus dihentikan," katanya.

Ia menjelaskan, kehadiran perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, sudah sepatutnya mencetak lulusan terbaik. Hal itu untuk menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan mampu bersaing di pasar global.

Dengan penutupan perguruan tinggi yang bermasalah, semata-mata untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia yang harus mengejar ketertinggalan dengan negara tetangga. "Mutu pendidikan tinggi harus kita tingkatkan, jangan sampai kita meluluskan lulusan abal-abal. Namun, harus meluluskan lulusan yang terbaik," katanya.

Pada sisi lain, salah satu upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan yakni dengan mendorong penggabungan kampus yang masih dalam satu yayasan. Berdasarkan catatan dari Kemenristekdikti, sekitar 500 kampus akan melakukan merger. "Kami dorong perguruan tinggi ke depan makin kuat. Mereka sendiri yang ingin merger. Saya sendiri akan fasilitasi," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Pendidikan,
Tags:,