Korban Tewas Bom Somalia Bertambah Jadi 300 Orang

Korban Tewas Bom Somalia Bertambah Jadi 300 Orang

Jumlah korban tewas akibat bom truk di Ibukota Mogadishu Somalia menembus 300 orang. (foto - AFP)

MogadishuJumlah korban tewas akibat bom kembar di Ibukota Mogadishu, Somalia menembus 300 orang. Serangan bom yang dilakukan dengan menggunakan truk itu terjadi, pada Sabtu 14 Oktober di persimpangan jalan sibuk di Distrik Hodan.
 
"Sebanyak 300 orang meninggal dunia dalam ledakan tersebut. Jumlah korban tewas bisa saja bertambah mengingat sejumlah orang masih dinyatakan hilang,” sebut Direktur Ambulans Somalia, Abdikadir Abdirahman.Tim dokter sempat mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi jenazah.
 
Dilansir Reuters, Senin (16/10/2017) sebagian besar korban menderita luka bakar yang sangat parah. Alasan tersebut memaksa pemerintah langsung menguburkan 160 jenazah, yang tidak bisa diidentifikasi pada Minggu 15 Oktober. "160 jenazah tak bisa dikenali sehingga langsung dikuburkan, sisanya dimakamkan oleh kerabat mereka. Ratusan korban luka lainnya dibawa ke sini," kata dokter di Rumah Sakit Madina, Aden Nur.
 
Presiden Somalia, Mohamed Abdullahi Farmajo mengumumkan tiga hari berkabung nasional. Ia turut mendonorkan darah bersama ribuan orang lainnya di berbagai rumah sakit pada Minggu siang. Pria yang pernah bekerja di Amerika Serikat (AS) itu mengimbau agar warga mengikuti jejaknya.
 
"Saya imbau agar seluruh warga Somalia menyumbangkan darah mereka. Rumah sakit saat ini dipenuhi oleh korban tewas dan luka-luka. Kami juga melihat ada korban yang badannya terbelah akibat bom. Ini sangat mengerikan, tidak seperti pengeboman di masa lalu,” kata Mohamed.
 
Tingginya angka korban tewas membuat pengeboman itu dinyatakan sebagai salah satu serangan paling mematikan, sejak pemberontakan terjadi di Somalia pada 2007. Kelompok militan al Shaabab diduga menjadi otak serangan bom, yang terjadi di kawasan paling padat penduduk di Mogadishu. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,