34 Tewas, Badai Ophelia Perparah Kebakaran Hutan Portugal

34 Tewas, Badai Ophelia Perparah Kebakaran Hutan Portugal

Kemacetan lalu lintas terjadi akibat terjebak kebakaran hutan di Portugal yang semakin parah. (foto - EPA)

Lisbon - Badai Ophelia yang melintasi  wilayah Portugal semakin memicu bertambah parahnya kebakaran hutan. Sejauh ini, 34 orang dilaporkan tewas yang kemungkinan bisa bertambah. "Ini hari kebakaran terburuk dalam setahun. Saya harap tidak akan ada lagi kematian," sebut Perdana Menteri (PM), Antonio Costa.
 
Seperti dilansir Telegraph, Selasa (17/10/2017) di distrik Coimbra terdapat 2 korban tewas yang merupakan sepasang saudara. Keduanya meninggal setelah terjebak di gudang yang terbakar. Sedangkan di Galicia seorang perempuan hamil berusia 19 tahun terbakar bersama mobilnya saat melintasi jalan raya A25.
 
Sebagian korban tewas berasal dari wilayah Coimbra Utara, Castelo Branco, Aveiro dan Viseu. Petugas kebakaran setempat hingga kini masih terus berperang melawan kobaran api, yang sedikitnya melanda 33 titik yang berdekatan dengan permukiman warga.
 
Selain menyebabkan korban tewas, kebakaran itu juga menyebabkan 15 orang lainnya terluka dan dalam kondisi kritis. Meski Galicia telah diguyur hujan deras, kobaran api tetap besar dan belum sepenuhnya padam.
 
Seperti diketahui, dua negara bertetangga di Semenanjung Iberia, Portugal dan Spanyol dilanda kebakaran hutan sejak akhir pekan lalu. Kobaran api pun sulit dipadamkan karena kuatnya embusan angin sebagai dampak dari badai.
 
Sementara itu ABC News melaporkan, otoritas di kedua negara sama-sama menyatakan, angin kuat serta temperatur tinggi sebagai dampak dari Badai Ophelia memperbesar api. Namun, otoritas tidak menutup kemungkinan adanya faktor manusia dalam memicu kebakaran tersebut.
 
Pemerintah Portugal mengumumkan status darurat untuk wilayah di sebelah utara Sungai Tajo. Juru bicara Otoritas Perlindungan Sipil, Patricia Gaspar menyebutkan, kebakaran tersebut sebagai hari terburuk pada 2017 terkait kebakaran hutan. Ribuan rumah, pabrik dan infrastruktur lainnya hancur akibat kobaran dari 440 titik api, di mana 33 di antaranya cukup besar. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,