Warga Panik, Langit Inggris Memerah Saat Ophelia Melanda

Warga Panik, Langit Inggris Memerah Saat Ophelia Melanda

Masyarakat Inggris Raya panik langit berubah warna akibat terjangan Badai Ophelia. (foto - UCL)

London - Terjangan Badai Ophelia menampakkan serangkaian gangguan yang hampir tidak pernah masyarakat Inggris Raya lihat sebelumnya. Banyak transportasi menghentikan beroperasi, sekolah diliburkan dan paling parah, tiga orang tewas dalam insiden terkait reruntuhan akibat badai.

Sementara Irlandia telah mengatasi dampak Badai Ophelia yang lebih berbahaya, efek yang terlihat di Inggris Raya sedikit aneh. Langit berubah menjadi mencekam. Bahkan, beberapa area menunjukkan langit berubah warna menjadi kemerahan, kekuningan serta ada yang kecoklatan.

Seperti dilansir Joe.ie, Selasa (17/10/2017) ternyata fenomena itu disebabkan oleh angin kencang yang menarik debu Sahara dan debu dari Eropa Selatan mengikuti panjang gelombang, dan membuat langit tampak merah. Akibat peristiwa itu, warga Inggris pun panik. Banyak netizen yang memperlihatkan langit aneh lewat Twitter.

Seperti diketahui, Badai Ophelia akan menghantam Inggris tepatnya mendarat di wilayah pantai barat pada Senin 16 Oktober waktu setempat, sebelum bergerak ke Irlandia Utara dan Skotlandia. Badai Ophelia akan bergerak di sepanjang pesisir Inggris dengan kecepatan 128 km per jam.

Otoritas Britania Raya telah memperingatkan para warganya untuk bersiap, dalam melindungi diri mereka masing-masing. Badai Ophelia akan datang disertai hujan dan angin kencang yang berpotensi memicu berbagai kerusakan.

Selain itu, Departemen Pendidikan di Irlandia menyarankan setiap sekolah yang berada dalam status "waspada" diliburkan menjelang kedatangan Badai Ophelia. Delapan daerah yang berada dalam status "waspada" yakni Galway, Cork, Mayo, Clare, Kerry, Waterford, Limerick dan Wexford.

Pihak Departemen Pendidikan mengeluarkan keputusan itu setelah adakan pertemuan khusus Satuan Tugas Pemerintah, mengenai perencanaan untuk menanggapi Badai Ophelia yang segera tiba. Tak hanya sekolah, sejumlah perguruan tinggi pun di daerah bencana terpaksa diliburkan. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,