Jurnalis Malta Tewas akibat Ledakan Bom Dipicu Jarak Jauh

Jurnalis Malta Tewas akibat Ledakan Bom Dipicu Jarak Jauh

Daphne Caruana Galizia dan mobil yang ditumpanginya saat diledakkan bom pemicu jarak jauh. (foto - Pakistan Christian Post)

Valletta - Daphne Caruana Galizia, seorang jurnalis Malta tewas akibat ledakan bom terikat di bawah mobilnya, yang dipicu dari jarak jauh. Perempuan yang juga penulis blog dan kritikus terkenal itu tewas, Senin 16 Okober waktu setempat dalam ledakan yang menghancurkan mobilnya saat meninggalkan rumah.

Dilansir Reuters, Jumat (20/10/2017) puing-puing pecahan badan mobil maupun potongan tubuh perempuan kelahiran 26 Agustus 1964 tersebut berserakan di sekitar tempat kejadian perkara. Pembunuhan itu mengejutkan negara di Pulau Mediterania, yang merupakan bangsa terkecil di Uni Eropa (UE).

Perdana Menteri Malta Joseph Muscat pada Rabu 18 Oktober menjanjikan hadiah untuk siapa saja yang memberikan informasi tentang pembunuhan itu. Namun, tiga anak Daphne dan Peter Caruana Galizia tidak menyambut baik penawaran itu, malah meminta Muscat untuk mengundurkan diri.

Mereka mengatakan, Muscat seharusnya mengambil tanggung jawab politik atas pembunuhan pertama seorang wartawan di Malta sejak pulau itu merdeka pada 1964. Apalagi, Daphne selama ini dikenal sebagai wartawati independen yang kerap mengritisi kinerja Pemerintahan Muscat, termasuk kasus korupsi di lembaga negara Malta.

Muscat telah terbang ke Brussels pada Kamis untuk menghadiri pertemuan UE. Menurut juru bicaranya, penyelidikan perkara pembunuhan itu telah mendapat beberapa kemajuan. "Bukti yang ditemukan membuat kami berpikir, bom tersebut ditempatkan di kolong mobil dan diledakkan dengan alat pemicu jarak jauh," katanya.

Juru bicara itu menyatakan, para ahli asing akan dipanggil untuk membantu menyelidiki telepon seluler yang digunakan untuk meledakkan bom. Dalam sebuah pertemuan pers di Valletta, komisaris polisi Lawrence Cutajar membantah, polisi Inggris akan bergabung dengan pakar forensik Belanda dan tim dari Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) dalam membantu memecahkan kasus itu.

Sebelumnya, juru bicara Muscat mengatakan, kepolisian Inggris akan dilibatkan dalam penyelidikan. Cutajar mengatakan, sejauh ini belum ada penangkapan yang dilakukan, Pihaknya segera melakukan pembicaraan terkait kemungkinan motif yang digunakan dan menjadi dasar dalam pembunuhan itu.

Ia mengatakan, proses itu akan memakan waktu berminggu-minggu untuk mengumpulkan semua bukti. Ia juga tidak dapat memastikan laporan dari sumber Kepolisian Malta yang menyatakan, bahan peledak Semtex diyakini telah digunakan dalam pembunuhan itu.

Pulau tersebut telah mengalami sejumlah serangan bom kecil beberapa tahun belakangan ini, terkait aksi kelompok kejahatan. Namun bahan peledak yang digunakan relatif belum sempurna dan tidak memiliki kekuatan yang sama dengan perangkat, yang digunakan untuk membunuh Daphne Caruana Galizia.  (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,