Wanita pun Bisa Dapat Jodoh di Pasar 'Gypsy Bride' Bulgaria

Wanita pun Bisa Dapat Jodoh di Pasar 'Gypsy Bride' Bulgaria

Gypsy Bride Market, pasar jodoh di Stara Zagora Bulgaria. (foto - AP)

Stara Zagora - Peran media sosial makin berkembang mulai dari menjalin relasi dengan orang lain, berjualan hingga mencari jodoh. Tak sedikit pasangan yang menikah dipertemukan berkat peran media sosial. Namun, hal itu tampaknya tidak berlaku bagi masyarakat di Bulgaria.
 
Sebuah tradisi di mana empat kali dalam setahun wanita muda dari Bulgaria Kalaidzhi akan datang ke Gypsy Bride Market yang dilaksanakan di Stara Zagora. Pasar itu merupakan tempat yang akan mempertemukan wanita muda dengan calon pasangannya kelak.
 
Sedikitnya ada 18.000 orang sejauh ini mengikuti tradisi tersebut. Biasanya tradisi itu dilakukan pada berbagai hari libur keagamaan selama musim semi dan musim panas. Sebelum proses pencarian pasangan dimulai, biasanya acara terlebih dahulu dibuka dengan tarian khusus.
 
Dilansir Daily Mail, Sabtu (21/10/2017) pria dan wanita menari secara terpisah dalam dua kelompok yang berbeda. Dalam beberapa gerakan, pria dan wanita bisa saling berjabat tangan yang diikuti dengan berkenalan. Sayangnya, hal itu tidak bisa dilakukan terlalu lama karena ada orangtua yang mengawasi.
 
Para wanita muda yang datang pun tampil dengan mengenakan gaun terbaik mereka, serta wajah yang dipenuhi oleh riasan make up. Lalu sekumpulan pria muda akan memilih salah satu dari mereka untuk dijadikan istri. Namun pihak pria tidak bisa sembarangan memilih, karena wanita akan ditemani oleh orangtuanya yang memasang biaya pernikahan.
 
Apabila di antara pria dan wanita terlihat mulai dekat, orangtua akan menyambangi anak mereka untuk melakukan negosiasi harga pernikahan. Orangtua biasanya mengajukan antara £ 2.200 hingga £ 4.300, atau setara dengan Rp 39 juta hingga Rp 76 juta untuk biaya pernikahan. Namun, biayanya akan lebih mahal jika banyak pria yang mendekati anak wanitanya itu.
 
Pemasangan biaya tersebut dimaksudkan agar anak mereka mendapatkan keuntungan secara finansial. Sebab, kelompok ini tergolong sebagai miskin yang mencari nafkah sebagai perajin. Cara itu dilakukan untuk mengatasi kemerosotan ekonomi Bulgaria. (Jr.)**
.

Categories:Unik,
Tags:,