General Motors Akhirnya Tutup Pabrik di Adelaide Australia

General Motors Akhirnya Tutup Pabrik di Adelaide Australia

Produksi mobil Holden terakhir sebelum pabrik di Adelaide itu ditutup. (foto - Dailymail))

Melbourne - Menyusul pabrikan Ford dan Toyota yang menutup pabriknya lebih dulu, giliran General Motors (GM) menjadi produsen mobil terakhir yang menutup pabriknya di Australia. Pabrik GM yang mulai beroperasi sejak 1948, digunakan untuk merakit mobil Holden yang berlokasi di Adelaide utara.

Dilansir Carscoops, mobil terakhir yang diproduksi di pabrik tersebut, yakni Holden VFII Commodore Redline. Sebagai pertanda berakhirnya operasional pabrik, GM melangsungkan acara kecil-kecilan bersama para pekerja di dalam maupun luar pabrik.

GM merupakan perusahaan automotif tertua kedua di dunia. Perusahaan yang bermarkas di Amerika Serikat itu memulai bisnisnya di Australia pada 1856. Selama bertahun-tahun berada di Negeri Kangguru, perusahaan telah memproduksi sekitar 7.687.675 kendaraan, dan mempekerjakan karyawan yang tak terhitung jumlahnya.

Dalam acara perayaan produksi mobil terakhir, Chairman Holden Mark Bernhard mengatakan, "Holden adalah ikon yang bisa berdiri sampai saat ini, hanya karena orang-orang yang penuh gairah. Atas nama semua orang di Holden, saya berterima kasih atas pelayanan Anda dari lubuk hatiku".

Penutupan pabrik membuat sejumlah pekerja dirumahkan. Namun Bernhard memastikan hal itu tidak akan terjadi. Ia mengatakan, 85 persen pekerja telah berhasil dialihkan ke pekerjaan lain. "Kami telah bekerja sama dengan orang-orang kami. Pusat peralihan karyawan tetap terbuka, setidaknya selama dua tahun lagi," katanya.

Terlepas dari berakhirnya produksi di Australia, Holden masih akan terus mempekerjakan sekitar 1.000 orang, termasuk tim desain dan tim engineering. Sama seperti Ford dan Toyota, GM terpaksa menutup pabriknya karena biaya tenaga kerja yang tinggi.

Selain itu, tarif impor sebagian besar produsen mengekspor mobil mereka ke Australia tidak dikenakan tarif, sedangkan yang memiliki pabrik di sana harus membayar tenaga kerja dengan harga tinggi. Akibatnya jelas tampak mana yang lebih menguntungkan perusahaan. (Jr.)**

.

Categories:Otomotif,
Tags:,