Tercatat di Buku Rekor, 4,7 Ton Hidangan Rasi Khas Cimahi

Tercatat di Buku Rekor, 4,7 Ton Hidangan Rasi Khas Cimahi

Dua makanan olahan beras singkong (rasi) khas kampung adat Cireundeu pecahkan rekor pada Festival Kuliner Cimahi. (foto - Twitter)

Cimahi - Dua makanan olahan beras singkong (rasi) khas kampung adat Cireundeu memecahkan rekor pada Festival Kuliner Cimahi. Festival berlangsung di Plaza Rakyat Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Sabtu (28/10/2017).

Pembuatan nasi goreng dan bubur merah putih berbahan dasar rasi itu dicatat oleh Original Rekor Indonesia (ORI). Kegiatan itu digelar Indonesia Chef Association (ICA) Kota Cimahi bekerjasama dengan Pemkot Cimahi dan Sinestesia.

Adapun waktu yang diberikan dalam memasak rasi goreng 1 jam 30 menit. Masakan dibuat kerja sama koki profesional bersama ibu-ibu PKK, siswa SMK dan warga Cireundeu, ternyata bisa diselesaikan lebih cepat 15 menit.

Rasi goreng dibuat dalam 8 tungku oleh masing-masing tim. Bumbu khas nasi goreng ditumis kemudian diberi tambahan sayuran serta telur ayam, lalu dimasukkan rasi sehingga jadilah rasi goreng. Hasil masakan dituangkan pada piring plastik dan langsung diserbu warga.

Begitu pun terjadi pada proses memasak bubur rasi merah putih. Bubur rasi diberi pewarna merah yang berasal dari buah naga dan disusun menyerupai bendera merah putih. Presiden ORI, Agung Elvianto mengatakan, pihaknya mencatat rekor atas dua masakan itu karena unik. 

"Ini pertama di Indonesia ada bahan pangan alternatif pengganti beras, yang bisa diolah jadi roti dan makanan lain-lain. Di Cimahi ada rasi khas kampung adat Cireundeu yang ternyata bisa dibuat banyak masakan dan penganan," katanya.

Chef Iwan Hariawan Wahyu selaku Ketua ICA Kota Cimahi mengaku bangga atas pencapaian pemecahan rekor ORI. "Kami sebagai insan kuliner tidak hanya putus di nasi goreng, tapi bakal merambah jenis makanan lain. Lewat acara ini, kami berusaha mengangkat agar rasi bisa dikenal warga jabar, nasional hingga mancanegara," tegasnya.

Ia mengaku, tak ada kesulitan dalam mengolah rasi. "Sudah dilakukan uji coba beberapa kali dan ternyata mudah untuk diolahnya. Makanya kami berani membuat masakan ini dan hasilnya 7.200 porsi setara 4,7 ton rasi," katanya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Cimahi Huzen Rachmadi mengatakan, kegiatan itu mendukung Pemkot Cimahi mensosialisasikan rasi kepada masyarakat.  "Ini solusi bagi  Cimahi diversifikasi bahan baku pangan lokal. Kita kembangkan beras singkong di Cireundeu dan beras ganyong di Padasuka," katanya.

Pihaknya berusaha mendorong peningkatan produksi rasi dengan membuat rasi analog,yang sedang dalam tahap penyempurnaan. Olahan lain dari bahan baku singkong bahkan bisa dibuat mie maupun pasta. "Kami mengimbau instansi pemerintahan untuk mengkonsumsi rasi minimal 1 kali sehari," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Unik,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait