Madrid Ambil Kendali Pemerintahan Catalunya di Barcelona

Madrid Ambil Kendali Pemerintahan Catalunya di Barcelona

Madrid ambil kendali pemerintahan Catalunya di Barcelona sejak Sabtu kemarin. (foto - Getty Images)

Madrid - Sejak Sabtu 28 Oktober, Pemerintah Spanyol secara resmi mengambil-alih kendali pemerintahan daerah Catalunya. Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy memegang kekuasaan atas fungsi-fungsi kepresidenan di Catalunya.
 
Rajoy telah mendelegasikan tugas-tugas itu kepada Wakil Perdana Menteri Soraya Saenz de Santamaria, yang juga ditugaskan menjadi Wakil Presiden Catalunya. Sementara para menteri Spanyol mengambil-alih berbagai departemen di bawah pemerintahan daerah Catalunya, yang biasa disebut dengan Generalitat.
 
Pemerintah Spanyol juga telah memecat Kepala Kepolisian Generalitat, Josep Lluis Trapero. Posisi Trapero sebagai Kepala Kepolisian Catalunya digantikan Ferran Lopez. Mantan presiden Generalitat, Carles Puigdemont meminta warga Catalunya untuk bersabar, menghindari kekerasan serta menjalankan upaya "membangun negara yang bebas".
 
Dilansir Xinhua, Minggu (29/10/2017) ribuan orang berkumpul di Plaza Colon di ibukota Spanyol Madrid, untuk membela kesatuan negara dan undang-undang dasar. Pemerintah Spanyol akan menyambut baik jika presiden Generalitat yang dipecat Carles Puigdemont, mengikuti pemilihan di wilayah itu yang akan diselenggarakan Desember 2017.
 
Juru bicara pemerintah Spanyol, Inigo Mendez de Vigo mengatakan, jika Puigdemont ingin terus berkiprah di dunia politik, ia perlu menyiapkan diri untuk mengikuti pemilihan berikutnya. Sebelumnya, Puigdemont mendesak kalangan demokratik untuk menentang pengambilalihan pemerintahan Generalitat oleh Madrid, menyusul pernyataan kemerdekaan wilayah itu.
 
Setelah membubarkan parlemen Generalitat dan memecat pemerintahan wilayah itu, pada Jumat 27 Oktober 2017, Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy mengatakan, pemilihan baru akan dilangsungkan di wilayah itu pada 21 Desember 2017.
 
Mendez de Vigo juga mengatakan, ia percaya kepolisian wilayah Catalunya akan mematuhi hukum setelah pemerintah pusat memecat para pejabat daerah. Jika Puigdemont menolak untuk meninggalkan kantornya, pemerintah akan bertindak secara "cerdas dan dengan akal sehat". (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,