5 Saksi Diperiksa Terkait Kasus Tol Pasuruan - Probolinggo

5 Saksi Diperiksa Terkait Kasus Tol Pasuruan - Probolinggo

Lokasi ambruknya konstruksi Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Pasuruan - Probolinggo. (foto - Twitter)

Surabaya - Ambruknya konstruksi Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Pasuruan - Probolinggo terus didalami aparat kepolisian. Sejauh ini, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi, terkait peristiwa tersebut. Minggu (29/10/2017).
 
"Semuanya pekerja yang kita periksa, kurang lebih ada lima orang. Pada saat kejadian mereka (pekerja) ada di lokasi, sehingga kita tanya seputar peran mereka. Untuk tersangkanya nanti setelah ada hasil pemeriksaan," kata Kapolresta Pasuruan AKBP Rizal Martomo.
 
Meski sudah memeriksa sejumlah saksi, hingga saat ini polisi belum menetapkan tersangka di balik insiden ambruknya girder atau balok beton, yang menewaskan satu orang pekerja dan dua orang lainnya luka-luka.
 
Menurut Kapolresta, PSN Tol Pasuruan - Probolinggo itu dikerjakan oleh PT Waskita. Namun, dalam proses pembangunannya, PT Waskita juga bekerja sama dengan Pancang Sakti. "Untuk perusahaan, Waskita dan Pancang Sakti. Yang memasang Panca Sakti, tapi yang bertanggung jawab keseluruhan Waskita," katanya.
 
Sejauh ini, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan lokasi kejadian. Pihaknya juga akan menggandeng Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur, guna mencari penyebab kecelakaan kerja itu.
 
"Untuk tindak lanjutnya kami sudah melakukan olah TKP dan mengamankan lokasi kejadian. Kemudian kami juga bekerja sama dengan Tim Labfor Polda Jatim, untuk mengecek penyebab kejadian tersebut," tambahnya.
 
Seperti diketahui, Tol Pasuruan - Probolinggo rencananya dibangun dengan panjang 31,30 km. Dalam pembangunannya terbagi dalam tiga sesi. Sesi satu melewati Grati - Nguling sepanjang 8 km, sesi dua Pasuruan - Sumberasih - Probolinggo sepanjang 6 km dan sesi tiga Sumberasih - Leces sepanjang 17,30 km. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,