Tol Soroja Siap Dilakukan Uji Coba pada Selasa 31 Oktober Ini

Tol Soroja Siap Dilakukan Uji Coba pada Selasa 31 Oktober Ini

Ruas Jalan Tol Soreang - Pasirkoja (Soroja) siap dilakukan uji coba. (foto - ist)

Bandung - Proyek pembangunan ruas Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) terus dikebut rencananya akan dilakukan uji coba akhir Oktober (31/10/2017) ini. Pihak PT Citra Marga Lintas Jabar (CMLJ) sebagai pemegang hak konsesi dan pembangunan Jalan Tol Soroja optimis, konstruksi bangunan telah siap.
 
"Kami terus bekerja selama 24 jam penuh. Bahkan, kalau perlu hingga 36 jam setiap hari. Pembangunan ditargetkan selesai 31 Oktober, untuk selanjutnya dilakukan uji coba," kata Direktur Utama PT CMLJ, Bagus Medi.
 
Namun demikian, Bagus pun belum mengetahui kapan Tol Soroja bisa dioperasikan untuk lalu lintas umum. Sebab, setelah uji coba akan dilakukan uji kelaikan yang dilakukan oleh pemerintah pusat.  "Mudah-mudahan November bisa beroperasi," katanya.
 
Menurutnya, nantinya ada lima gerbang yang menjadi akses keluar - masuk Tol Soroja. Yakni Margaasih Barat, Margaasih Timur, Kutawaringin Barat, Kutawaringin Timur dan Soreang. "Semuanya sudah hampir rampung.
 
Namun demikian Bagus menyatakan, pihaknya mengaku terus merugi akibat molornya jadwal penyelesaian tol sepanjang 10,54 km itu. Kerugian mencapai sekitar Rp 5 miliar tiap bulan dari proyek senilai Rp 1,7 triliun itu. "Minus karena keterlambatan. Karyawan dan bayar konsultan sekitar 3 - 4 ribu karyawan butuh biaya tinggi. Kalau terus molor, ya repot juga bisa defisit," katanya.
 
Tol yang menghubungkan Pasirkoja (Kota Bandung) dan Soreang (Kabupaten Bandung) itu awalnya ditargetkan rampung dalam setahun, tepatnya pada 2016. Namun, dalam proses pengerjaannya ditemukan berbagai kendala, sehingga konstruksinya baru dirampungkan selama kurang lebih dua tahun.
 
Pembebasan lahan yang belum 100 persen menjadi salah satu kendala yang dihadapi dan baru selesai pada Mei 2017. Pembongkaran dan relokasi Masjid Al Amanah yang berdiri di atas lahan wakaf pun, baru dapat dieksekusi pada September 2017.
 
Kendala lainnya, lokasi proyek Tol Soroja yang melewati perkampungan menjadi salah satu hambatan proyek. Pasalnya, daerah yang terlewati oleh truk muatan terdampak dari segi lingkungannya. Akhirnya truk yang masuk melewati permukiman warga dibatasi hingga pukul 20.00 - 21.00 WIB.
 
"Kami juga membatasi karena jalan yang dilewati truk muatan pastinya akan berdebu dan becek. Saya menyadari hal itu," tegas Bagus. Kondisi di lapangan pun tidak sesuai dengan apa yang ditenderkan. Akibatnya harus dilakukan beberapa rancang ulang konstruksi, guna menyesuaikan diri dengan kondisi di lapangan.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bandung, Agus Nuria menyatakan, Tol Soroja siap diujicobakan pada 31 Oktober. Dalam dua pekan terakhir, Agus pun telah  meninjau kondisi tol secara langsung. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,