Sekeluarga Tewas Tertimbun Longsor di Cipelah Rancabali

Sekeluarga Tewas Tertimbun Longsor di Cipelah Rancabali

Petugas gabungan dan warga membersihkan material longsoran yang menimbun dua rumah di Desa Cipelah Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung. (foto - ist)

Bandung - Empat orang yang merupakan satu keluarga tewas  seketika tertimbun tanah longsor di Kampung Muara Desa Cipelah Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung. Korban tidak sempat Longsor menyelamatkan diri saat longsor yang menimbun dua rumah itu, Senin malam.

Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Heru Kiyatno, keempat korban tersebut sudah dievakuasi, Selasa (31/10/2017) sekitar pukul 03.00 dinihari. "Proses pemakaman dilakukan oleh pihak keluarga dan tetangga," katanya.

Heru menyebutkan, saat ini pihak muspika bersama jajaran Polsek, Koramil, BPDB dan warga setempat sudah berkumpul untuk melakukan kerja bakti guna membersihkan sisa-sisa longsor. "Pembersihan material longsor dilakukan oleh muspika, camat, Kapolsek, dari Koramil, BPBD termasuk warga setempat," katanya.

Mengenai penyebab longsor, Heru menjelaskan akibat hujan yang terus mengguyur lokasi dan sekitarnya. "Berdasarkan keterangan warga hujan terjadi di sore hari, kemudian disusul pada malam hari jam 8 malam sampai jam 9. Akibatnya terjadi longsor sekitar jam 23.45 WIB," katanya.

Longsor yang menimpa dua rumah tersebut merupakan sebuah tebing yang memiliki ketinggian sekitar 25 meter, berjarak kurang lebih 100 meter dari jalan raya. Longsor tersebut tidak menutup akses jalan.

Selain itu, lokasi longsor memang kawasan permukiman yang tidak begitu padat, jarak antara satu rumah dengan rumah yang lainnya tidak berdekatan. "Longsor tidak mengganggu jalan raya, hanya menimpa di lokasi tersebut," tegasnya.

Diketahui, Desa Cipelah ini merupakan salah satu lokasi yang memang dianggap rawan bencana. Bahkan, pihak muspika sempat mengeluarkan peringatan jika terjadi hujan yang cukup deras untuk berdiam sementara di lokasi yang aman.

"Kawasan ini memang rawan longsor, sehingga tadi sudah berbicara dengan pa camat, muspika, termasuk kepala desa untuk memberikan imbauan kepada masyarakat yang lokasi rumahnya berada di bawah tebing," katanya.

Untuk mengantisipasi longsor susulan selain melakukan imbauan, BPBD Kabupaten Bandung telah melakukan assesment ke puncak tebing untuk melihat potensi longsoran. Di Kabupaten Bandung terdapat 23 daerah rawan bencana terutama longsor yang terus dipantau. Di antaranya Cipelah, Rancabali, Cimaung, Pangalengan dan juga Ibun Kabupaten Bandung. (Jr.)**

Nama-nama korban longsor yang meninggal dunia: 

1. Rukman (40) Kepala Rumah Tangga.

2. Usu (30) yang merupakan istri dari Rukman.

3. Dini (8) yang merupakan anak perempuan dari Rukman dan Usu.

4. Nanda (6 bulan) yang merupakan anak laki-laki dari Rukman dan Usu.

.

Categories:Daerah,
Tags:,