Wanita Pakistan Racuni Suami & Kerabat Usai Dipaksa Menikah

Wanita Pakistan Racuni Suami & Kerabat Usai Dipaksa Menikah

Asiya Bibi. (foto - Catres News Agency)

Islamabad - Pihak kepolisian Pakistan menangkap seorang wanita karena diduga telah membunuh suaminya. Tak hanya suami, wanita yang baru saja menikah itu juga, diduga telah menewaskan 12 kerabatnya.

Dilansir BBC, Selasa (31/10/2017) sebanyak 13 orang dikabarkan tewas akibat susu beracun. Polisi mengklaim, Asiya Bibi telah mencampur zat mematikan ke dalam susu yang diberikan kepada suaminya pada pekan lalu.

Berdasarkan keterangan polisi, wanita itu diduga nekat melakukan itu karena kesal dipaksa menikah dengan suaminya. Pernikahannya memang telah diatur pihak keluarga pada September 2017. Namun, pria itu gagal meminumnya. Susu itu pun berubah menjadi lassi atau minuman yoghurt. 

Bibi pun kemudian menyajikannya untuk keluarga besarnya. Pernikahan semacam itu memang sering terjadi di daerah perdesaan di Pakistan. Biasanya, masyarakat yang lebih miskin dan tinggal di perdesaan terpencil, seringkali didorong oleh anggota keluarga untuk melakukannya.

Dalam kasus yang berlangsung di pusat Muzaffargarh itu menurut media setempat, mempelai wanita telah mencoba untuk kabur dari rumah sebelum perkawinannya. Namun, usahanya tidak berhasil dan ia kembali ke orangtuanya.

Pejabat senior kepolisian Pakistan, Owais Ahmad menegaskan, Asiya Bibi telah diamankan. Ia tengah melakukan penyelidikan dan didakwa melakukan pembunuhan. Polisi tak hanya menangkap wanita itu, tapi juga seorang pria yang diduga sebagai kekasihnya dan bibinya.

"Kekasih Bibi dan bibinya membantu dalam merencanakan plot pembunuhan tersebut," kata Ahmad. Susu beracun itu tak hanya mengakibatkan korban tewas, tapi sebanyak 14 orang saat ini masih dirawat di rumah sakit. Sebagian besar korban tewas merupakan anak-anak.

Jumlah korban tewas terus bertambah sejak minuman beracun itu pertamakali disajikan. Delapan orang langsung meninggal dunia ketika meminum susu beracun itu, sementara yang lainnya sempat menjalani perawatan medis terlebih dahulu. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,