19 Orang Tewas Akibat Topan Damrey Menghantam Vietnam

19 Orang Tewas Akibat Topan Damrey Menghantam Vietnam

Vietnam bagian tengah dan selatan dihantam Topan Damrey. (foto - VOV)

Hanoi - Sedikitnya 19 orang tewas akibat Topan Damrey menghantam Vietnam bagian tengah dan selatan, pada Sabtu  4 November. Topan itu menerjang Vietnam hanya berselang lima hari, sebelum digelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di negara itu.
 
Dilaporkan Reuters, Sabtu (4/11/2017) sebelumnya 6 orang dilaporkan hilang dan 20 rumah telah hancur akibat terjangan badai. Topan Damrey juga dilaporkan telah menenggelamkan enam kapal dengan 61 penumpang di Laut Cina Selatan. Sebanyak 25 penumpang berhasil diselamatkan, namun nasib penumpang lainnya tidak diketahui.
 
Topan dahsyat itu mencapai daratan Vietnam pada pukul 4 dinihari waktu setempat, dengan kecepatan angin mencapai 90 kilometer per jam. Sementara berdasarkan keterangan lewat Facebook pihak berwenang menyebutkan, kencangnya angin mencabut lebih dari 1.000 atap rumah penduduk, dan menumbangkan ratusan tiang listrik dan pohon.
 
Pemerintah Vietnam mengatakan, ribuan hektar lahan tebu, sawah dan perkebunan karet rusak. Lebih dari 40 penerbangan juga terpaksa dibatalkan. Selain itu, banjir juga telah menewaskan lebih dari 80 orang di Vietnam utara bulan lalu sementara topan mendatangkan malapetaka di provinsi pusat pada September.
 
Negara berpenduduk lebih dari 90 juta orang itu rentan terhadap badai dan banjir, yang merusak karena pantainya yang panjang. "Secara keeluruhan sekitar 12 orang dinyatakan masih hilang, dan lebih dari 370 rumah penduduk ambruk. Akibat terjangan topan itu pula lebih dari 33.000 orang diungsikan," kata komite pencarian dan penyelamatan negara komunis tersebut.
 
Topan tersebut mendarat di dekat Kota Nha Trang, yang berjarak sekitar 500 kilometer selatan dari kota pesisir Danang, yang akan menggelar pertemuan puncak Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) pekan depan.
 
Sejauh ini, beberapa laporan angin kencang dan hujan di Danang, namun tidak ada laporan langsung tentang korban jiwa. Kota itu akan menjadi tuan rumah KTT ApeC yang bakal dihadiri Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 10 November serta Presiden Cina Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin dan rekan-rekan dari anggota APEC lainnya.
 
Topan itu bergerak dari daerah pesisir menuju perkebunan kopi utama produsen biji kopi robusta terbesar di dunia. Para pedagang memperkirakan, topan akan membuat penundaan masa panen, namun tidak jelas apakah topan apakah akan merusak panen. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,