Arab Saudi Ringkus 11 Pangeran & 4 Menteri Terkait Korupsi

Arab Saudi Ringkus 11 Pangeran & 4 Menteri Terkait Korupsi

Para wanita Arab Saudi hidup bermewah-mewah seperti tampak saat mengunjungi Amex Luxury Expo di Riyadh. (foto The New York Times/ilustrasi)

Riyadh - Komite Anti - Korupsi Arab Saudi  menangkap sedikitnya 11 pangeran  termasuk Alwaleed bin Talal,  dan 4 menteri yang tengah menjabat. Penangkapan tersebut dilakukan terkait dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi.

Penangkapan dilakukan pada Sabtu 4 November malam. Selain empat menteri aktif juga ditangkap puluhan mantan menteri lainnya. Pengumuman penangkapan disampaikan lewat Al Arabiya, jaringan satelit yang penyiarannya disetujui secara resmi oleh pemerintah Saudi.

Dilaporkan The New York Times, Minggu (5/11/2017) Alwaleed bin Talal, termasuk salah seorang pangeran terkaya di Saudi bahkan dunia. Penangkapan Alwaleed bin Talal diperkirakan akan mengejutkan bagi pihak kerajaan maupun keuangan utama dunia. Alwaleed bin Talal mengendalikan perusahaan investasi Kingdom Holding.

Saham-sahamnya tersebar antara lain di News Corp, Time Warner, Citigroup, Twitter, Apple, Motorola dan banyak perusahaan kelas dunia lainnya. Selain itu ia mengendalikan jaringan televisi satelit yang ditonton di seluruh dunia Arab.

Penangkapan dan 'sapu bersih' para pangeran dan pejabat itu disebut-sebut sebagai langkah Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk menguatkan posisinya. Di usia yang masih muda 32 tahun, Mohammed bin Salman tampak sudah begitu dominan di militer, hubungan asing, ekonomi dan sosial. Hal itu menimbulkan sejumlah ketidakpuasan di kalangan kerajaan.

Dipimpin Mohammed bin Salman, Raja Salman telah membuat Komite Anti-Korupsi Saudi yang baru. Penangkapan dilakukan hanya beberapa jam setelah komite itu menjalankan tugasnya. Al Arabiya menyatakan, komite antikorupsi memiliki hak untuk menyelidiki, menangkap, melarang melakukan perjalanan atau membekukan aset siapa pun yang dianggap terlibat korupsi.

Hotel Ritz Carlton di Riyadh dievakuasi pada hari Sabtu yang menimbulkan dugaan tempat tersebut akan menjadi 'penampungan' bangsawan yang ditangkap. Pemerintah juga memutuskan menutup bandara untuk pesawat pribadi. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,