Bepe & Andritany pun Akui Gol Hasil Tandukan Ezechiel Sah

Bepe & Andritany pun Akui Gol Hasil Tandukan Ezechiel Sah

Gol hasil tandukan Ezechiel N'Douassel menit 28 dalam laga Persija kontra Persib di Stadion Manahan Solo Jumat 5 November. (foto - ist)

Bandung - Dua pilar andalan Persija, penyerang Bambang Pamungkas dan penjaga gawang Andritany, akhirnya menanggapi gol kontroversi hasil tandukan Ezechiel N'Douassel dalam laga melawan Persib di Stadion Manahan Solo, Jumat 5 November lalu.

Di laga itu wasit asal Australia, Shaun Evans tidak mensahkan gol Ezechiel.  Akibatnya, Bambang Pamungkas pun menjadi sasaran kekesalan bobotoh. Alasannya, Bepe berada tepat di muka gawang Persija dan tampak sangat jelas melihat bola itu telah berada di dalam gawangnya. Lewat akun Instagram miliknya, @bepe20 menyatakan pendapatnya, yang sebelumnya ia sampaikan kepada situs berita sportsatu.com.

Menurut Bepe, ini mungkin menjadi momen paling krusial dalam laga yang berlangsung dibawah guyuran hujan lebat. Tidak terbantahkan jika sundulan striker asal Chad itu memang sudah melewati garis gawang. Bola menyentuh jaring dan kemudian memantul keluar.

Namun, sayangnya wasit utama tidak melihat kejadian tersebut. Ketika hal itu terjadi semua pemain Persija pun sudah pasrah menerima gol tersebut. Namun tidak terdengar bunyi peluit wasit tanda gol telah terjadi. Hal itu membuat saya yang ketika itu menguasai bola menjadi ragu. Saat melihat ke arah wasit dan wasit tidak menunjuk titik tengah, secara otomatis saya pun membuang bola ke depan.

Sementara itu, Andritany Ardhiyaksa turut berkomentar terkait laga panas itu. Kiper berusia 25 tahun itu turut menyoroti terkait dengan gol sundulan Ezechiel yang menuai kontroversi. Ia mengakui jika gol stiker asal Chad itu memang sudah melewati garis gawang, hanya saja wasit tak kunjung menunjuk titik tengah lapangan.

"Sampai saat ini saya dan Bepe tidak berkata, bola itu tidak goal. Bola itu mutlak goal dan semestinya papan skor di stadion Manahan membuat Persib unggul. Namun wasit menyatakan, bola belum melewati garis. Saat saya melihat replay, semua pemain Persija menunjukkan gestur tubuh lemas, tapi wasit tak meniup peluit menyatakan bola goal. Setelah itu, saat pemain Persib mempertanyakan keputusan wasit, apa ada satu pemain dari Persija membantah, bola tersebut tidak goal, Ezechiel Ndouassel saat itu bertanya kepada saya "goal keeper ball it’s goal?" Saya menjawab "goal, but referee have decision". Apa yang saya katakan jujur kepada pemain itu," ungkapnya.

Pasca kejadian itu, banyak dari kalangan bobotoh yang menuding bahwa dirinya tidak mengakui jika bola sudah masuk ke gawangnya. Namun dalam hal ini mantan pemain jebolan Persib Junior itu pun mempunyai pandangannya sendiri.

"Banyak comment di media sosial saya, mengapa anda tidak menyatakan bola itu goal kepada wasit?. Saya rasa semua keeper di dunia akan bereaksi sama seperti saya, mari kita berbicara, dan saya ingin membawa para pembaca mengingat kejadian piala dunia 2010 Afrika Selatan, ketika England melawan Jerman, apa yang di lakukan Manuel Nuer? Ketika itu tendangan Frank Lampard sudah melewati garis. Jadi misalkan semua pemain harus jujur, ketika membuat pelanggaran, handsball, offside, dan semua pemain bisa menyatakan jujur di dalam pertandingan, menurut saya sepakbola sudah tidak butuh lagi orang seperti Pierluigi Collina, karena semua pemain sudah jujur, dan paham dengan peraturan,” katanya.

Meski timnya meraih hasil 3 poin, ia menyatakan tidak puas dengan hasil akhir pertandingan. Pasalnya kemenangan Macan Kemayoran kali ini bukan diraih dengan proses yang sesuai dengan kaidah sepakbola.

"Saya pribadi tidak puas dengan pertandingan itu, memang Persija menang, apa ada raut wajah gembira dari wajah saya. Yang membuat saya tidak puas, mengapa pertandingan tidak dilaksanakan sampai selesai. Namun menurut saya apapun alasannya jangan sampai kita berhenti dari pertandingan, mungkin jika saat itu wasit dari Indonesia, pasti akan merayu agar Persib bermain lagi. Namun wasit asing tidak demikian, karena mereka akan mengambil keputusan yang menurut mereka benar. Saya rasa atas kejadian ini menjadi sebuah pelajaran bagi siapa pun agar sepakbola kita menjadi lebih baik,” tegasnya.

Ia berharap, atas adanya insiden di pertandingan antara Macan Kemayoran dan Maung Bandung seluruh pecinta sepakbola nasional bisa memetik pelajaran berharga. Rivalitas hanya terjadi 90 menit. "Tetap bersatu, bendera kita masih Indonesia, sepakbola pemersatu bangsa, rivalitas 90 menit," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Persib,
Tags:,