Penembak di Gereja Texas Tewas Setelah Merenggut 27 Jiwa

Penembak di Gereja Texas Tewas Setelah Merenggut 27 Jiwa

Suasana mencekam di First Baptist Church Sutherland Springs Texas usai terjadi penembakan masal. (foto - @MaxMasseyTV)

Texas - Pelaku penembakan massal di First Baptist Church Sutherland  Springs Texas AS, Minggu waktu setempat ditemukan tewas di dalam kendaraannya. Namun, penyebab kematian pelaku yang menewaskan 27 orang dan puluhan lainnya terluka belum diketahui pasti.
 
Salah seorang korban tewas merupakan seorang remaja berusia 14 tahun, putri Pendeta Frank Pomeroy. Otoritas setempat belum merilis identitas pelaku penambakan itu. Namun menurut sejumlah media AS, pelaku bernama Devin Patrick Kelley (26), mantan tentara Angkatan Udara AS.
 
Dilansir CNN, Senin (6/11/2017) motif penembakan itu pun belum diketahui pasti. Pelaku dilaporkan masuk ke dalam gereja sambil menembaki orang-orang yang tengah menghadiri kebaktian Minggu pagi. Jika bukan karena seorang warga setempat yang berusaha menghadapi pelaku, korban tewas dalam insiden itu bisa lebih banyak.
 
Menurut Direktur Regional Departemen Keselamatan Publik Texas Freeman Martin, seorang pria yang tinggal di sebelah gereja langsung mengambil senapan miliknya dan berhadapan dengan pelaku saat penembakan masih berlangsung.
 
"Pelaku menjatuhkan senapannya yang merupakan senapan serbu jenis Ruger AR dan melarikan diri dari gereja," sebut Martin. Warga setempat itu langsung mengejar pelaku yang kabur dengan kendaraannya. Situasi itu terjadi saat polisi belum tiba di lokasi penembakan.
 
Beberapa saat kemudian, polisi setempat menemukan kendaraan yang dikemudikan pelaku di dekat perbatasan antardistrik. Polisi menemukan si pelaku berada di dalam kendaraan, namun dalam keadaan sudah tak bernyawa. Terdapat luka tembakan di tubuh pelaku.
 
Seperti diketahui, ibadah Minggu pagi di Gereja Baptis Pertama di Sutherland Springs Wilson County Texas seketika berubah menjadi suasana mencekam. Seorang pria tiba-tiba melepaskan tembakan ke arah jemaat yang sedang khusyuk beribadah. Sedikitnya 27 orang tewas akibat insiden tersebut dan 30 lainnya terluka.
 
Seorang saksi mata Carrie Matula mengaku, ia mendengar tembakan yang berasal dari senapan semi-otomatis. Carrie kebetulan berada sekitar 45 meter dari gedung gereja. Lokasi penembakan langsung dipenuhi oleh warga sekitar yang penasaran dengan apa yang sesungguhnya terjadi.
 
Gubernur Negara Bagian Texas, Greg Abbott turut berduka bagi para korban. Ia mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kesigapan para petugas untuk merespons insiden itu. "Doa kami menyertai mereka yang menjadi korban dari aksi menyeramkan ini," kata Abbott. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,