TPID Jabar Pantau Sembako Pasca BBM Naik

TPID Jabar Pantau Sembako Pasca BBM Naik

TPID Jabar Pantau Sembako Pasca BBM Naik

Bandung - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Barat langsung turun melakukan pemantauan ke sejumlah pasar guna memantau perkembangan harga kebutuhan pokok pascakenaikan harga BBM.

"TPID Jabar langsung memantau perkembangan harga kebutuhan pokok, sebagian besar belum bergerak naik namun sebagian sudah ada, tapi dalam kisaran wajar," kata Ketua TPID Jabar Ferry Sofyan Arief di Bandung, Rabu (19/11/2014).

Ia menyebutkan, pemantuaan dilakukan di Kota Bandung yakni di lima pasar di Kota Kembang seperti Pasar Kosambi, Cihaurgeulis, Sederhana, Kiaracondong, Andir dan Pasar Caringin.

"Dampak kenaikan BBM otomatis mendorong kenaikan biaya transportasi, imbasnya ada penyesuaian harga komoditi. Kami berupaya untuk menjaga inflasi tetap terkendali," kata Ferry yang juga Kepala Dinas Industri dan Perdagangan Jabar itu.

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jabar lebih meningkatkan intensitas monitoring perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) yaitu beras, minyak goreng, telur, sayur-sayuran, daging sapi, daging ayam dan lainnya.

"Untuk sayur-sayuran hanya cabai yang harganya tinggi, namun itu terjadi jauh sebelum kenaikan harga BBM. Dampaknya akan terasa dalam sepekan ke depan, karena produsen saat ini masih melakukan penyesuaian," katanya.

Ferry mengungkapkan, ada komoditi lain yang juga harga jualnya naik, meski tidak sesignifikan cabai, yaitu beras premium dan medium. Harga jual dua komoditi tersebut mengalami kenaikan sekitar Rp200 per kilogram.

Upaya lain menyikapi kenaikan harga BBM subsidi, tegas Ferry, pihaknya siap menggulirkan program Operasi Pasar Murah (OPM), sebagai langkah antisipasi terjadinya kenaikan harga jual akibat naiknya harga BBM subsidi.

"Total anggaran yang kami siapkan untuk OPM tahun 2014 senilai Rp10 miliar. Yang sudah terserap sekitar Rp6,7 miliar. Beberapa komoditi kami subsidi. Itu supaya harga jualnya terjangkau masyarakat," katanya.

Sementara itu Manager Logistik dan Distribusi Katata Pal Indonesia (Kapalindo) Desa Margamekar Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung Andri Rakhmansyah menyebutkan para petani yang berada pada sektor hulu, belum menaikkan harga jual.

"Saat ini belum ada kenaikan harga jual di tingkat petani, penyesuaian mungkin dalam sepekan dua pekan ke depan," katanya.

Andri menyebutkan para petani terikat kontrak dengan pasar-pasar moderen hingga dua pekan mendatang.

"Memang di pasar sudah ada kenaikan harga, itu di sektor hilir. Kami masih terikat kontrak dengan pasar modern, sehingga nilai kontrak akan dikoreksi untuk penyesuaian harga," kata Andi Rakhmansyah menambahkan. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,