Kolombia Sita 12 Ton Kokain, Terbesar Sepanjang Sejarah

Kolombia Sita 12 Ton Kokain, Terbesar Sepanjang Sejarah

Penjagaan ketat 12 ton kokain yang disita pihak kepolisian Kolombia. (foto - Reuters)

Bogota - Sedikitnya 12 ton lebih kokain disita pihak kepolisian Kolombia, dari kelompok kejahatan papan atas negara tersebut, Rabu 8 November 2017 waktu setempat. Jumlah itu merupakan penyitaan terbesar dalam perang melawan perdagangan narkotika selama ini.

Menurut Presiden Kolombia Juan Manuel Santos, kokain dengan nilai pasar diperkirakan sekitar 360 juta dolar itu ditemukan tersimpan di bawah tanah di empat perkebunan kawasan penanaman pisang Provinsi Antioquia, dekat perbatasan Kolombia dengan Panama.

"Berkat gerakan polisi dengan intelijen luar negeri dari negara sahabat, maka penyitaan terbesar dalam sejarah tersebut dapat dilaksanakan," kata Santos di markas polisi, tempat kokain tersebut diletakkan dalam paket terpajang.

Seperti dilansir reuters, Kamis (9/11/2017) Santos menghubungkan kokain dengan kelompok perdagangan obat terlarang, yang dikenal sebagai Keluarga Gulf. Mereka sebagai salah satu ancaman terbesar keamanan sejak kesepakatan perdamaian ditandatangani tahun lalu, dengan pemimpin gerilyawan Marxis Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC).

Penyitaan itu berawal dari keresahan Amerika Serikat, sekutu setia Kolombia dalam perang melawan perdagangan narkotika atas peningkatan budidaya koka. Penyitaan itu juga merupakan buah kritik yang dilayangkan terhadap pemerintah oleh anggota parlemen oposisi, yang khawatir kelompok kejahatan baru akan mengisi kekosongan kekuasaan yang ditinggalkan FARC.

Santos, yang akan melepaskan jabatannya tahun depan telah berjanji mengirim 80.000 anggota militer dan polisi ke daerah yang pernah dikuasai FARC. Hal itu dilakukan dalam upaya mencegah kelompok perdagangan narkotika baru mengisi kekosongan kekuasaan. Empat orang ditangkap dalam operasi selama tiga hari itu. 

Kelompok Keluarga Gulf dipimpin seorang buronan Dairo Antonio Usuga, yang dikenal sebagai Otoniel. Amerika Serikat menawarkan hadiah hingga 5 juta dolar untuk pemberi informasi, yang dapat membantu penangkapannya.

Selain narkotika, kelompok itu juga menguasai pertambangan gelap dan diperkirakan punya 1.500 anggota, yang sebelumnya bertugas di barisan kelompok paramiliter sayap kanan. Kolombia salah satu penghasil terbesar kokain dunia, dengan produksi sekitar 910 ton per tahun. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,