Banjir di Jalan Pagarsih Meluber Merendam Puluhan Rumah

Banjir di Jalan Pagarsih Meluber Merendam Puluhan Rumah

Banjir di Jalan Pagarsih Kelurahan Cibadak Kecamatan Astanaanyar Kota Bandung. (foto - @DPUKotaBandung)

Bandung - Puluhan rumah milik warga di Kelurahan Cibadak Kecamatan Astanaanyar Kota Bandung terendam banjir,  Jumat (10/11/2017). Kondisi tersebut terjadi diduga akibat adanya proyek pembangunan Tol Air di kawasan Jalan Pagarsih.
 
Sejumlah warga meminta Walikota Bandung Ridwan Kamil memperhatikan permukiman warga, terkait dengan pembangun proyek tol air di kawasan Jalan Pagarsih. "Banjir di Jalan Pagarsih memang bisa diatasi dengan tol air, tapi air limpahannya masuk ke permukiman warga tidak diperhatikan. Kami semua kena imbasnya," kata Agus Hadiat, warga RT 02/07 Kelurahan Cibadak.
 
Menurutnya, biasanya 10 menit genangan sudah surut, sekarang sudah dua jam lebih air tidak kunjung surut. Banjir di Jalan Pagarsih tersebut membuat jalur jalan itu tak bisa dilalui. Ketinggian air mencapai antara 50 cm hingga 1 meter. Sejumlah alat berat yang digunakan untuk proyek pembangunan tol air tampak diparkir di bahu jalan.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung Iskandar Zulkarnaen membenarkan banjir yang kembali menerjang kawasan Jalan Pagarsih disebabkan pengerjaan proyek pembangunan Tol Air. "Namun hal itu hanya sementara, jika tol air tersebut sudah selesai saya jamin air tidak akan menggenang,” katanya.
 
Selain karena pengerjaan Tol Air di Pagarsih, pengerjaan di kawasan Pasteur juga membuat debet air ke kawasan hilir membesar. Hal itu menyebabkan banjir kiriman ke kawasan Pagarsih. "Banjir di Pasteur sekarang sudah teratasi, tapi di kawasan hilir malah debitnya tinggi," tegasnya.
 
Namun demikian, Zul menyatakan, itu merupakan hal yang positif karena banjir diakibatkan perbaikan yang tengah berlangsung. "Saya mohon agar warga bersabar dan mohon pengertiannya jika masih ada banjir di daerahnya. Tapi kan kita sedang mengupayakan perbaikan, agar ke depannya tidak terjadi banjir lagi,” katanya.
 
Menurutnya, sebenarnya pihaknya tak mengubah aliran sungai yang lama. Namun karena pengerjaan mengakibatkan adanya gundukan berangkal sehingga terjadi sumbatan. "Tapi apa warga mau selamanya banjir? Kan tidak,” katanya.
 
Ia menambahkan, pihaknya menargetkan p‎engerjaan Tol Air Pagarsih selesai Desember 2017. Jika tak selesai, maka tidak akan ada penghentian pengerjaan sampai pengerjaan benar-benar selesai. Jika dalam pengerjaan nanti terjadi banjir lagi di kawasan Pagarsih, akan dikirim mesin sedot air. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,