Sumedang Diguyur Hujan, Banjir di Rancakalong Semakin Parah

Sumedang Diguyur Hujan, Banjir di Rancakalong Semakin Parah

Genangan banjir Kampung Cibawang Desa Sukasirna Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang semakin parah. (foto - ist)

Sumedang - Ketinggian air yang menggenangi jalur Sumedang - Subang lewat Rancakalong terus meningkat, tepatnya di Kampung Cibawang Desa Sukasirna Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang. Hal itu dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Sumedang.
 
Ketinggian air di jembatan Cibawang meningkat hingga mencapai 2,5 meter, dari sebelumnya sekitar 1,5 meter. Patok jembatan yang sebelumnya masih tampak kini sudah tertutup air. "Batas air juga semakin maju ke jalan, melebar sekitar lima meter," ungkap anggota Tagana, Aang Arizal, Jumat (10/11/2017).
 
Bahkan, rumah korban banjir yang sebelumnya hanya terdampak pada bagian dapur, kini terendam seluruhnya hingga sepinggang orang dewasa. Jika hujan kembali mengguyur, ada kemungkinan permukaan air kembali naik dan menggenangi wilayah yang lebih luas.

Petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) bersama kepolisian dan Babinsa sejauh ini masih berjaga di lokasi banjir. Banjir di Rancakalong tersebut terjadi sejak Selasa 7 November lalu, akibat air Sungai Cibawang tersumbat disposal atau buangan tanah dari proyek TOL Cisumdawu.
 
Akibat semakin meluasnya genangan banjir menyebabkan jalur Tanjungsari - Rancakalong pun terputus. Ketinggian air bervarisasi, seperti di jembatan sudah setinggi 1,5 meter. Sementara di dekat sungai, ketinggian mencapai tujuh hingga sepuluh meter sehingga sangat membahayakan bagi warga sekitar. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,