KPK Menyiapkan Bukti Baru Jika Setnov Kembali 'Melawan'

KPK Menyiapkan Bukti Baru Jika Setnov Kembali 'Melawan'

Setya Novanto.

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan, pihaknya telah mengantongi serta menyiapkan sejumlah bukti yang cukup dalam mentersangkakan kembali Setya Novanto. Selain bukti lama, penyidik KPK pun sudah mengumpulkan bukti baru.

"Sejumlah bukti yang sudah ada sebelumnya. Kini ada bukti-bukti baru yang juga kita dapatkan, sehingga syarat bukti permulaan yang cukup sudah terpenuhi," sebut Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Jalan Kuningan Persada Jakarta Selatan, Jumat (10/11/2017).

Pada praperadilan sebelumnya, salah satu aspek yang dipatahkan oleh hakim tunggal Cepi Iskandar, yakni soal alat bukti. Namun demikian, KPK menegaskan bukti yang dipersoalkan di praperadilan tak menguji substansinya, melainkan hanya aspek formal.

"KPK menerbitkan sprindik pada 31 Oktober 2017 atas nama tersangka SN, anggota DPR RI. SN selaku anggota DPR RI bersama-sama dengan Anang Sugiana Sudihardjo, Andi Agustinus, Irman dan Sugiharto diduga dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi," tegas Saut.

Dengan begitu, KPK masih yakin alat bukti yang sudah ada sebelumnya. Hanya, memang ada proses yang harus dilewati terlebih dulu, untuk memenuhi aspek formal yang disyaratkan. "Bahkan dalam proses penyelidikan sejumlah pihak kita minta keterangan, dan kita sudah memiliki bukti untuk meningkatkan ke penyidikan. Jadi ada beberapa bukti baru yang kita dapatkan," kata Febri.

"Bukti permulaan yang cukup yang disyaratkan oleh undang-undang itu sudah kita dapatkan. Tentunya ketika proses penyidikan tersebut dilakukan, kami yakin dengan mengantongi kekuatan bukti yang dimiliki KPK," tegasnya.

Seperti diketahui, Setya Novanto disangka terlibat kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP bersama beberapa tersangka lainnya. Ini meruakan yang keduakalinya KPK menjerat Setya Novanto, setelah kalah melalui praperadilan.

Setnov disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi  juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Ia disangka melakukan korupsi bersama-sama dengan tersangka lain yang sudah ditetapkan, antara lain Irman, Sugiharto, Andi Agustinus alias Andi Narogong, dan Anang Sugiana Sudihardjo. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,