Dokter Letty Sultri sebagai Sosok yang Baik di Mata Keluarga

Dokter Letty Sultri sebagai Sosok yang Baik di Mata Keluarga

Almarhumah Letty Sultri. (foto - ist)

Jakarta - Di mata keluarga, dr. Letty Sultri (46) korban penembakan suaminya dr. Helmi dikenal sebagai sosok yang baik serta sayang kepada semua keponakannya. Terlebih, selama lima tahun berumah tangga belum punya anak, sehingga kasih sayangnya tercurah kepada keponakannya.
 
"Ia kerja sebagai dokter. Kalau sama keluarga ia baik apalagi sama keponakannya. Ia pun sangat sayang ke anak saya, dan ke  anak kakak yang lainnya," tutur salah seorang kakak kandung Letty, Afifi Bahtiar di rumah duka Jalan Sunan Ampel Rawamangun Jakarta Timur.
 
Demikian juga menurut penuturan salah seorang kerabat Letty, Andri yang mengaku terakhir kali bertemu almarhumah tiga hari yang lalu. Andri menyebutkan, Letty sempat memberikan hadiah kepada semua keponakannya sebelum tewas diberondong enam tembakan oleh suaminya.
 
"Barangkali itu sebagai pertanda, dia kasih hadiah semua keponakannya tiga hari yang lalu," tutur Andri. Hadiah yang diberikan Letty untuk keponakannya berupa mainan dan boneka. Menurutnya, Letty merupakan sosok yang begitu perhatian.
 
Mengenai kehidupan Letty dengan Helmi selama ini, Andri tidak berkomentar banyak. Sebab, ia pun jarang bertemu dan berbicara banyak dengan Letty. "Kalau itu nggak tahu. Saya juga jarang ketemu, pas kemarin aja ketemu," katanya.
 
Seperti diketahui, Letty tewas ditembak sebanyak enam kali saat sedang berpraktik di Klinik Azzahra Medical Center Jalan Dewi Sartika Cawang Jakarta Timur, sekitar pukul 14.30 WIB. Letty pun tewas seketika di lokasi kejadian akibat tembakan yang membabi buta Helmi.
 
Sebelum pembunuhan itu, pihak keluarga menyebutkan jika Helmi sering mengancam untuk membunuh Letty jika menceraikannya. Ia pun kerap dipukuli hingga mengalami lebam di sekujur tubuhnya. Helmi sendiri setelah tertangkap langsung diperiksa pihak kepolisian.
 
Lebih jauh  Afifi Bahtiar menyebutkan, dr. Letty Sultri mengenal dr. Helmi dari Facebook. Keduanya membina rumah tangga sudah lima tahun. "Sudah menikah 5 tahun dan saya dengar ini kenalannya lewat FB, dan dua-duanya dokter," katanya.
 
Menurut Afifi, sejak tiga bulan lalu adiknya itu memang sedang mengurus proses cerai dengan Helmi karena kerap mengalami KDRT. Sayangnya sebelum proses cerai tuntas, Letty terlanjur menjadi korban. "Saat ini masih proses cerai. Sudah 2 kali sidang," katanya.
 
Afifi sendiri mengaku langsung terbang dari rumahnya di Bengkulu, begitu mendengar kabar adiknya tewas ditembak iparnya Helmi. Ia pun langsung memastikan kabar tewasnya adiknya tersebut ke keluarganya yang ada di Jakarta.
 
Ia berharap, Helmi diproses hukum dan dipenjara seumur hidup untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Terus terang, istri saya pengacara nggak usah hukum mati-lah. Yang penting penjara seumur hidup biar dia rasakan gimana hidup di dalam bui," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,