RSHS Hadapi Dilema Tangani Kembar Siam Asal Padalarang

RSHS Hadapi Dilema Tangani Kembar Siam Asal Padalarang

Bayi kembar siam dari pasangan Agus Priyanto (47) dan Mariah (39) asal Padalarang Kabupaten Bandung Barat di RSHS. (foto - ist)

Bandung - Dari sebanyak sebelas kasus bayi kembar siam yang ditangani oleh Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, untuk bayi kembar siam asal Padalarang diakui terbilang cukup rumit. Tim dokter pun menghadapi dilema dengan tindakan Euthanasia.
 
Euthanasia merupakan istilah medis dari tindakan mengakhiri nyawa seseorang, dengan sengaja karena sakit berat atau luka parah. Kasus seperti itu pun baru pertamakali terjadi di RSHS. "Ini membuat kami dilema. Belum pernah ada yang melakukan tindakan Euthanasia di Indonesia. Kami akan konsultasi terkait etika medis termasuk dengan orangtuanya," kata Ketua tim dokter penanganan bayi kembar siam RSHS Sjarif Hidayat di RSHS Jalan Pasteur Kota Bandung, Selasa (14/11/2017).
 
Menurutnya, rekam jejak kasus kembar siam yang ditangani RSHS Bandung memang tak selalu berjalan lancar. Dari 11 kasus yang ditangani, hanya 6 di antaranya yang berhasil dipisahkan dengan selamat. "Dari kasus yang kami tangani, 6 bayi kembar siam berhasil kami pisahkan dengan selamat. Sedangkan 3 kasus lainnya tidak bisa dipisahkan dan salah satu kasus meninggal dunia," katanya.
 
Kasus terbaru yang ditangani RSHS, lanjutnya saat ini terbilang kompleks. Pasalnya, salah satu dari bayi kembar dempet perut dan pinggul itu kondisinya kritis. "Bayi kembar siam ini kalau dari komplekstifitasnya enggak mudah. Risiko kemungkinan kalau yang dipisah ada yang enggak selamat".
 
Ia menjelaskan, secara teori tindakan Euthanasia bertujuan untuk menyelamatkan salah satu bayi dari kembar siam. Namun demikian, tindakan Euthanasia belum pernah dilakukan di dunia kedokteran di Indonesia. "Ini yang membuat kami dilema," tegas Sjarif Hidayat.
 
Sebab, masalahnya kedua bayi masih hidup, berbeda dengan kembar parasit (salah satu bayi sudah mati). Kami akan konsultasi terkait etika medisnya termasuk dengan orangtuanya. "Karena harapan dipisahkan juga kecil, maka peluang bayi itu selamat juga kecil," tambahnya.
 
Anak ketiga dan keempat dari pasangan Agus Priyanto (47) dan Mariah (39) tersebut lahir di Padalarang Kabupaten Bandung Barat, Jumat 10 November 2017. Sehari berselang bayi kembar siam lahir, kemudian dirujuk ke RSHS Bandung.
 
Bayi kembar siam berjenis kelamin laki-laki tersebut terlahir dalam kondisi dempet perut dan pinggul. Namun demikian, keduanya memiliki dua kepala, dua badan, dua kaki, empat tangan,  satu anus serta satu jenis kelamin. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,