Ketua RT & RW sebagai Dalang Persekusi Dijadikan Tersangka

Ketua RT & RW sebagai Dalang Persekusi Dijadikan Tersangka

Pasangan R dan MA korban persekusi menghadap Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif. (foto - ist)

Tangerang - Dalang persekusi sejoli di Tangerang Banten, diketahui sebagai ketua rukun tetangga dan rukun warga setempat, masing-masing berinisial T dan G. Sang ketua RT dikenal ramah terhadap warga dan aktif dalam kegiatan sosial di kampungnya.
 
Sementara ketua RW bekerja sebagai karyawan di sebuah pabrik. Sama dengan ketua RT, G juga dikenal ramah terhadap warga dan aktif dalam kegiatan. "Selebihnya yang saya kenal mereka orang baik, enggak arogan atau sombong," kata warga setempat, Arif, Rabu (15/11/2017).
 
Menurutnya, ia tak menyangka kedua orang itu justru yang memprakarsai menggerebek sekaligus menganiaya sejoli RN dan MA di rumah kontrakannya di Kampung Kadu Kelurahan Sukamulya Kecamatan Cikupa, Sabtu 11 November 2017 tengah malam.
 
"Memang yang saya tahu dari omongam warga, kontrakan MA itu sudah sering diawasi, karena suka ajak laki-laki ke situ, bahkan sampai jam sepuluh malam," katanya. Sejoli yang dianiaya warga itu ternyata tidak sedang berbuat mesum saat digerebek. Mereka memang sedang berada di rumah kontrakan MA tengah malam itu.
 
Warga bersama ketua RT dan RW awalnya mengetuk pintu rumah tapi tak ada jawaban dan ruangan gelap. Warga pun akhirnya beramai-ramai mendobrak pintu. Setelah pintu berhasil didobrak, warga menginterograsi MA dan menanyakan keberadaan RN. Ketika itu RN berada di dalam kamar mandi dan tengah menggosok gigi.
 
"Ketika digerebek mereka pun berpakaian lengkap enggak ada yang aneh," kata Tohirudin, warga setempat. Warga, sebenarnya sudah terlanjur emosi karena sejak awal mencurigai sejoli itu mesum di dalam rumah, meski kala digerebek mereka berpakaian. Warga lalu mengarak RN dan MA ke jalanan hingga sejauh tiga ratus meter dari rumah kontrakan.
 
Saat itu warga tak hanya mengarak, tapi juga menelanjangi dan memukuli kedua korban. Beberapa warga merekam video aksi main hakim sendiri itu hingga menyebar luas melalui media sosial.
 
Sejauh ini, polisi telah menangkap enam warga pelaku persekusi pasangan kekasih itu. Antara lain berinisial IM, G, T, A, E dan G. Polisi menyebut tak tertutup kemungkinan jumlah tersangka bertambah seiring perkembangan penyelidikan. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,