Simak, Puncak Hujan Meteor Leonid Mulai Kamis Malam Ini

Simak, Puncak Hujan Meteor Leonid Mulai Kamis Malam Ini

Kamis malam hingga Jumat dinihari puncak hujan meteor Leonid. (foto - Utah People's Post)

Bandung - Kamis malam dan dinihari nanti, terjadi hujan meteor Leonid di langit sebelah timur. Fenomena hujan meteor itu terbilang punya keunikan tersendiri, sehingga layak untuk disaksikan.

Seperti dilansir Space.com, Kamis (16/11/2017) Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyebutkan, puncak hujan meteor Leonid terjadi pada 17 dan 18 November 2017. Ketika mencapai puncaknya, hujan meteor Leonid mampu menampilkan atraksi sebanyak 10 sampai 15 meteor per jam.

NASA menggambarkan,  Leonid merupakan meteor dengan gerak paling cepat. NASA memberikan informasi, para penikmat bintang bisa melihat dengan jelas pemandangan itu. Hujan meteor Leonid mampu menampilkan atraksi sebanyak 10 sampai 15 meteor per jam di waktu puncak.

Jumlah itu memang tergolong sedikit jika dibandingkan dengan hujan meteor lainnya sepanjang tahun. Namun, demikian, meteor Leonid memiliki cahaya yang paling terang. Bahkan, kerap mengeluarkan beberapa warna cahaya.

Hujan meteor Leonid dijadwalkan akan mencapai puncaknya pada 17 November malam sampai 18 November menjelang fajar. Namun pergerakan hujan meteor itu akan terus berlangsung sampai bulan depan, dengan kapasitas satu sampai dua meteor yang tidak bisa ditentukan waktunya.

NASA menyarankan, bagi mereka yang ingin melihat hujan meteor ini harus rela bergadang sampai menjelang matahari terbit pada tanggal 18 November. Waktu terbaik untuk bisa melihat hujan meteor Leonid, yakni saat dinihari sampai sebelum fajar.

"Untuk memaksimalkan jarak pandang, carilah wilayah yang berlokasi di pedalaman, di mana tidak terlalu banyak polusi cahaya, baik lampu rumah maupun penerangan jalan atau gedung. Arahkan tubuh dan kaki Anda ke timur, berbaringlah dan lihat ke atas, amati seluruh langit sejauh mata memandang," sebut NASA.

Dijelaskan, mata kita harus dibiasakan dahulu untuk melihat langit. Butuh waktu sekitar 30 menit dalam kegelapan langit sampai mata bisa beradaptasi dan mulai bisa melihat meteor. "Bersabarlah. Pertunjukan alam itu akan berlangsung sampai subuh, sehingga anda punya banyak waktu untuk mendapatkan kesempatan melihat hujan meteor Leonid itu," tambahnya.

Disebutkan, meteor Leonid berasal dari konstelasi Leo. Setiap 33 tahun sekali, ribuan meteor terbakar di langit dari fenomena yang disebut Badai Leonid. Badai itu pernah hadir pada 2003 dan tidak akan muncul lagi sampai 2036 nanti. (Jr.)**

.

Categories:Infotech,
Tags:,